Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

November 2020, Kepri Mengalami Inflasi Sebesar 0,35 Persen

Perkembangan IHK Provinsi Kepri November 2020.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kepulauan Riau (Kota Batam, Tanjungpinang,red) mengalami inflasi 0,35 persen.

Inflasi terjadi karena kenaikan IHK dari 103,24 di bulan Oktober 2020 menjadi 103,60 di bulan November 2020.

Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo, melalui pers rilis meyampaikan secara kumulatif inflasi tahun di Kepri mulai Januari-November 2020 sebesar 0,14 persen. Sementara, laju inflasi ‘year on year’ atau dibandingkan dengan Oktober 2019 dibanding dengan sebesar 0,79 persen.

“Dari 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,32 persen, dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,53 persen,” ujarnya, Kamis (3/12/2020).

Ia menjelaskan, dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat 22 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 0,64 persen, sementara yang terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,09 persen.

Sedangkan untuk deflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,03 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tanjungpandan sebesar 0,01 persen. Kota Tanjungpinang dan Kota Batam masing-masing menduduki peringkat ke-3 dan ke-15 dari 22 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Selanjutnya, bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 83 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,15 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bima sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 0,22 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh dan Palopo sebesar 0,01 persen.

“Untuk Kota Tanjungpinang dan Batam menduduki peringkat ke-16 dan ke-43 dari 83 kota yang mengalami inflasi di secara nasional,” ungkapnya.

Selain itu, jika dilihat dari kelompoknya inflasi yang terjadi di bulan November 2020 ini disebabkan oleh naiknya 5 kelompok. Yakni, kelompok transportasi naik sebesar 1,65 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,71 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,23 persen; kelompok perumahan, air, listrik,dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,09persen; dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,01 persen.

Sebaliknya, 4 kelompok mengalami penurunan ,yaitu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 0,91 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya turun sebesar 0,37 persen; kelompok pakaian dan alas kaki turun sebesar 0,12 persen; serta kelompok kesehatan turun sebesar 0,05 persen.

Penulis : Ismail

Comments
Loading...