Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Dilantik 9 September, Setiap Anggota DPRD Kepri Dapat PIN Emas Rp 11,7 Juta

LSM KCW Kepri: Pertanyakan PIN Emas DPRD 2014-2019

Sidang Paripurna DPRD Kepri periode 2014-2019 Sejumlah anggota DPRD bolos dan tidak hadir.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pelantikan 45 anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau terpilih periode 2019-2024 akan dilaksankan pada 9 September 2019. Selain pembacaan Surat Keputusan (SK) dan Pengucapan sumpah dan jani, pelantikan anggota DPRD Kepri ini juga akan ditandai dengan penyemat PIN anggota DPRD.

Namun, tahukah anda berapa alokasi anggaran untuk pengadaan PIN berlapis emas yang akan disematkan pada masing-masing anggota DPRD Kepri itu? Dari data DIPA-APBD 2019 yang dihimpun PRESMEDIA.ID di anggaran Sekretaris DPRD. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Sekretariat DPRD mengalokasikan dana Rp.523 juta, untuk pengadan PIN emas DPRD. Dengan alokasi dana tersebut setiap satu PIN anggota DPRD Kepri dihargai Rp.11,6 juta.

Selain PIN emas, para anggota DPRD Kepri terhormat ini, nanti juga akan mendapatkan sejumlah pakaian dinas. Jenis pakaian dinas yang diperoleh setiap anggota DPRD Kepri adalah, Pakaian Sipil Harian (PSH), Pakaian Sipil Lengkap, Pakaian Dinas Harian dan Pakaian Sipil Resmi (PSR). Pakaian Adat Daerah serta pakaian Olah Raga.

Untuk pengadaan Baju Dinas DPRD Kepri itu, pemerintah Provinsi Kepri juga mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp.849 juta, dengan rincian, Rp.200 juta untuk pengadaan Pakaian Sipil Harian(PSH), Rp.211 juta untuk pengadaan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), Rp.185 juta untuk pengadaan Pakaian Dinas Harian (PSH), Rp.81 juta untuk Pakaian Sipil Resmi (PSR), Rp.82 juta untuk Pakaian Adat Daerah dan Rp.90 juta untuk pengadaan Pakaian olahraga.

Bahkan, selain pakaian dinas dan PIN, Sekretariat DPRD Kepri, juga mengadakan papan nama masing-masing anggota DPRD, untuk diletakan dimeja masing-masing deewan terhormat. Besaran dana yang dirogoh untuk membuat papan nama anggota DPRD Kepri ini dari APBD adalah sebesar Rp.250 juta.

Menanggapi pengadaan dan alokasi dana APBD untuk Perlengkapan masing-masing anggota DPRD baru Provinsi Kepri yang akan dilantik itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kepri Corruption Watch (KCW) Kepri mengatakan, ada ketidak wajaran dalam pengadaan PIN DPRD Kepri tersebut.

Selain kurang tepat dan terindikasi menjadi proyek 5 tahunan yang mubajir, KCW Kepri juga mempertanyakan PIN emas DPRD Kepri periode 2014-2019 yang sebelumnya diadakan. Sesuai dengan aturan, karena itu adalah asset pemerintah, seharusnya selesai digunakan DPRD harus mengembalikan.

“Pertanyaan, apakah sudah dikembalikan, berapa anggota Dewan yang sudah mengembalikan?. Apakah ada ketentuan memiliki? bagai mana prosedur-nya untuk memiliki, apakah pernah dilelang,”ujar pembina dan penggagas LSM.KCW Kepri Abdul Hamid di Tanjungpinang bertanya.

Dengan besara alokasi APBD untuk pelantikan Dewan itu, Hamid juga mengharapkan, angota DPRD Kepri terpilih yang dilantik itu, dapat lebih peka dan mengerti dengan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat dalam melaksanakan Bugeting, Legislasi aturan, serta pengawasan pada setiap pengalokasian anggaran APBD, untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat.

“Kita berharap DPRD terpilih itu sadar, bahwa ketika mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota DPRD. Apa yang dikenakanya saat pelantikan, adalah bersumber dari uang rakyat, Hingga tidak sering lagi bolos, tidak hadir saat rapat, dan hanya jalan-jalan untuk berlomba menghabiskan SPPD,”ujarnya.

Ditempat terpisah PPTK pengadaan baju anggota DPRD kota Tanjungpinang Benito, membenarkan telah diadakanya baju dan seragam untuk anggota DPRD Provinsi Kepri tersebut, sebagai persiapakan pelaksanaan pelantikan anggota DPRD yang baru.

“Sesuai dengan alokasi DIPA serta Peraturan Gubernur yang mengaturnya. Pengadaan baju dan dinasnya kami laksanakan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada,”ujar Benito Kamis (5/9/2019).

Sedangkan mengenai PIN, Dia mengatakan bukan merupakan ranahnya, karena ada PPTK lain yang mengadakan.

Kasubag Humas Sekretariat DPRD Kepri, Patrick Nababan menyebutkan, untuk persiapan acara pelantikan, saat ini pihaknya tengah merampungkanya.

“Untuk saat ini, persiapan sudah 80 persen. Kita terus mempersiapkan semuanya hingga hari H tanggal 9 (September) nanti,”ujarnya.(Presmed5)

Comments
Loading...