Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Siswa dan Guru Wajib Rapid Test

*Sebelum Proses Belajar Tatap Muka SMA/Sederajat Diberlakukan

Kepala Disdik Provinsi Kepri Muhammad Dali

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Tak mau ambil resiko terkait pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau mewajibkan jajaran manajemen SMA/sederajat menggelar rapid test kepada seluruh guru dan siswa yang ingin melangsungkan proses belajar tatap muka.

‘’Upaya ini wajib dilakukan dalam upaya mencegah penularan COVID-19 di lingkungan sekolah,’’ kata Kepala Disdik Kepri, Muhammad Dali kepada Presmedia.Id, Kamis (17/12/2020).

Ia menambahkan, jika merujuk dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19, memang tidak ada kewajiban melakukan rapid test sebagai syarat usulan pembelajaran tatap muka.

‘’Namun, untuk memperketat dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Disdik berinisiatif menambah syarat itu. Kami tidak ingin menambah permasalahan baru lagi di lingkungan sekolah,’’ tegas Dali.

Ia menjelaskan, hingga kini sekitar 90 persen sekolah di Kepri sudah mengusulkan pembelajaran tatap muka. Kendati begitu, pihaknya perlu memverifikasi secara ketat mengenai kesiapan setiap sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan.

Lebih jauh ia merincikan, ada enam daftar periksa yang wajib dipenuhi setiap sekolah yang mengusulkan pembelajaran tatap muka. Pertama, lanjutnya, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan.

Kedua, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Ketiga, kesiapan sekolah dalam menerapkan wajib masker, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun). Selanjutnya, keempat sekolah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan. Sekolah harus mengetahui siapa yang memiliki komorbiditas, dari guru-gurunya, murid-muridnya.

Kelima, sekolah yang tidak memiliki akses transportasi yang aman juga termasuk ke dalam pemetaan warga satuan pendidikan.

Terakhir, persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali. Tanpa persetujuan perwakilan orang tua, sekolah itu tidak diperkenankan untuk dibuka.

“Yang sudah mengisi daftar isian dapodik sudah 90 persen. Namun, itu baru administrasi, kita perlu memeriksa kelengkapan mengikuti proses secara ketat,” tanggap Dali

Setakat ini, pihaknya telah memberikan izin pembelajaran tatap muka kepada tiga SMK di Kepri. Ketiganya yakni, SMKN 1 Senayang Kabupaten Lingga, SMKN 2 Lingga, dan SMKN 1 Anambas.

Ketiga sekolah tersebut akan dimulai pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, Januari 2021 mendatang. “Pembelajaran tatap muka dimulia semester genap 2021 mendatang,” demikian Dali.

Penulis : Ismail

Comments
Loading...