Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Anak Negeri Menggugat, Dukung Kepolisian Tuntaskan Kasus Rasis Tersangka Bobby Jayanto

Protes Wacana SP3 Kasus Rasis, Forum Anak Negeri Menggugat datangi Polres dan Sampaikan Pernyataan dukungan Kepolisian tuntaskan Proses Hukum tersangka Bobby Jayanto (Presmed)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Protes wacana penghentiaan (SP3) kasus rasis dan diskriminasi ras dan etnis tersangka Bobby Jayanto, Forum Anak Negeri Menggugat (FANM) Tanjungpinang provionsi Kepri, mendatangi Polres Tanjungpinang, mendesak dan memberi dukungan pada Kepolisian untuk menuntaskan proses hukum dugaan rasis tersangka Bobby Jayanto.

Koordinator dan humas FANM, Tohar Phalevi dan Aulia mengatakan, wacana SP3 atau penghentian kasus dugaan Rasis yang tersangkanya sudah ditetapkan Polres Tanjungpinang, menimbulkan polemik dan tanda tanya atas adanya intervensi dalam proses hukum yang sedang berjalan. Hal tersebut mengakibatkan, kekacauan opini dan asumsi ketidak percayaan masyarakat kepada institusi Kepolisian.

“Atas dasar itu kami dari FANM melihat, hal tidak bisa dibiarkan, karena akan merugikan citra Kepolisian dimata masyarakat. Karena sebagai mana diketahui, kasus tersebut merupakan pidana murni yang bukan delik aduan dan proses hukumnya tengah berjalan sebagaimana mestinya,”ujarnya usai bertemu dengan pihak Polres yang saat itu diterima perwakilan Satreskrim dan Plt Humas Polres di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Tanjungpinang,Jumat,(6/9/2019).

Kedatangan FANM sebagai element masyarakat ke Polres Tanjungpinang lanjutnya, untuk memberikan partisipasi dan dukungan kepada pihak Satreskrim dan Polres Tanjungpinang untuk terus memproses dan menindak lanjuti proses hukum perkara tersebut sesuai dengan aturan hukum dan Undang-Undang yang berlaku. FANM kata Aulia yakini, Polres Tanjungpinang akan bekerja secara profesional dan terpercaya dalam menangani perkara tersebut bila tidak ada yang mengintervensi.

Anak Negeri Menguggat memberikan Pernyataan sikap dan dukungan ke Polres Tanjungpinang untuk mengusut tuntas kasus Rasis Tersangka Bobby Jayanto (Presmed)

Pada kesempatan itu, FANM juga mengajak masyarakat, untuk sama-sama menciptakan suasana damai dan kondusif melalui penegakan hukum yang berkeadilan, dengan mengesampingkan kepentingan-kepentingan kelompok dan golongan tertentu demi kepentingan publik.

“Dengan menjunjung tinggi azas hukum dan norma-norma yang ada, Kami meminta agar kasus hukum yang sedang berproses di Polres Tanjungpinang ini tidak dimanfaatkan oleh orang dan kelompok tertentu untuk kepentingan politik praktisnya,”ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang telah menetapakan Bobby Jayanto sebagai tersangka dugaan rasis dan diskriminasi Etnis, atas pidatonya pada sembahyang keselamatan yang dioduga membandingkan, “kulita Hitam dan kulit putih”. Namun atas adanya  pertemuan, Tersangka Bobby Jayanto, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan anggota Polda lainya bersama 4 Ormas pelapora masing-masing Gagak Hitam Tanjungpinang dan Bintan, LSM Cindai serta ormas lainya, serta Bupati Bintan Apri Sujadi di Tanjungpinang, Jumat (23/8/2019) malam, timbul wacana penghentiaan proses hukum penyidikan dugaan tindak pidana rasis dan diskriminasi ras dan etnis tersangka Bobby Jayanto.

Kasat Reskrim polres Tanjungpinang AKP.Efendi Alie mengatakan, wacana penghentian penyidikan tindak pidana Rasis dan diskriminasi tersangka Bobby Jayanto, dilakukan atas pertemuan tersangka Bobby Jayanto, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan anggota Polda lainya bersama 4 Ormas pelapora serta Bupati Bintan Apri Sujadi.

“Dari pertemuan itu, sudah menghendaki dan setuju tidak berproses lanjut di Polisi, demi amanya Tanjungpinang dan Provinsi Kepri dan biar tidak gaduh-gaduhlah,”sebut Efendi Alie,Pada PRESMED.ID, Sabtu,(24/8/2019).

Empat pelapor lanjut Efendi Alie, pada intinya juga menyetujui penghentian dari proses kasus dari pertemuan yang dilakukan.

Hal yang sama, juga dikatakan Wakapolda Kepri Brigjen Pol.Yan Fitri Halimansyah. Ia mengatakan, pihak kepolisian memiliki kewenangan diskresi (penilaian sendiri,red) dengan mempertimbangkan hal-hal yang prinsip dan jauh lebih penting pada kasus rasis politisi Nasdem tersangka Bobby Jayanto.

Hal itu dikatakan Yan Fitri pada sejumlah wartawan, ketika dikonfrimasi mengenai wacana penghentian penyidikan tindak pidana Rasis dan diskriminasi tersangka Bobby Jayanto, yang akan dilakukan Penyidik Polres Tanjungpinang, atas pertemuannya dengan tersangka Bobby Jayanto bersama ormas dan sejumlah Element masyarakat sebelumnya.

Dengan mengedepankan kepentingan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kata Yanfitri, pihak Kepolisian, bukan melulu mengedepankan kepentingan hukum tetapi mengedepankan kepentingan kamtibmas yang lebih besar.

“Jadi, bukan melulu kepentingan hukum saja dikedepankan Tapi, mengedepankan kepentingan kamtibmas yang lebih besar lagi,”kata Yan Fitri Halimansyah usai menghadiri kegiatan pelantikan anggota DPRD Kota Tanjungpinang,Senin (2/9/2019).

Atas dasar itu, lanjut jenderal bintang satu ini, dalam kasus politis rasis Bobby Jayanto, pihaknya dari Kepolisian akan memandang kasus tersebut dengan pertimbangan dan cara pandang yang baik. Terlebih lagi, menurutnya, sebagai bangsa melayu yang menjunjung tinggi adat dan budaya, masyarakat Tanjungpinang tentunya lebih mengedepankan budaya ‘besembang’ (duduk, bercakap-cakap/musyawarah) dalam menyelesaikan masalah.

“Yang perlu diingat segala sesuatu itu harus mengacu pada lingkungan strategi.Tidak ujuk-ujuk melihatnya dari kacamata sempit,”tukasnya. (Presmed6)

Comments
Loading...