Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Belum Masuk APBN 2020, Pembangunan Jembatan Babin, Masih Dikaji dan Disusun

Maket dan Master Plan Jembatan Batam dan Bintan yang pembangunanya baru disusun dan dirancang Pemerintah Pusat.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Harapan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau untuk memiliki Jembatan terpanjang yang menghubungjan Batam dan Bintan (Babin) ternyata masih panjang dan berliku.

Meski sudah masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pusat menurunkan tim untuk melakukan kajian pembangunan, Ternyata, alokasi pembangunannya belum masuk dalam daftar pagu anggaran APBN 2020.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kepri, Hendrija mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi-Kepri Kementerian PUPR, Hingga saat ini rencana pembangunan Jembatan Babin tersebut masih dalam tahap penyelesaian Fasibility Study (FS).

“Dari penjelasan mereka (BPJN-red) saat ini masih dalam tahap FS,”ujarnya,Jumat (6/9/2019).

Dengan proses tersebut, lanjut Hendrija, maka bisa dikatakan, proses pengalokasian anggaran APBN untuk pembangunan Jembatan Babin itu, masih cukup panjang, karena penyempurnaan FS jembatan ditargetkan baru akan rampung pada akhir 2019 ini.

Selanjutnya, kata Hendija, baru masuk pada tahapan penyusunan Detail Enginering Desain (DED) Jembatan. Mengenai penyusunan DED, lanjutnya, juga masih perlu pertimbangan, apakah anggaran untuk penyusunan DED itu akan masuk dalam pagu anggaran APBN atau APBD.

“Apabila DED itu nanti sudah rampung. Selanjutnya akan dibawa ke Komite Keselamatan Jalan dan Jembatan, karena jembatan Babin ini merupakan jenis jembatan panjang, hingga untuk pembangunannya perlu mendapat rekomendasi dari KKJJ,” jelasnya.

Hendrija menambahkan, pada proses pembangunannya, pihak KKJJ juga nanti akan memberi saran, apakah akan melibatkan pihak lain atau tidak. Karena pembangunan jembatan tersebut memakan biaya yang cukup besar.

“Jadi selain APBN diharapka ada pihak ke tiga yang membiayai,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Mega proyek pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunam Jangka Menengah Negara Republik Indonesia (RPJMN-RI) tahun 2020-2024.

Proyek strategis tersebut masuk dalam dokumen lampiran Matrik Major Project RPJMN 2020 – 2024 pada tabel prioritas nasional dengan tajuk mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Pada kolom tersebut jembatan Babin diterangkan sebagai Integrasi pembangunan wilayah Batam-Bintan dengan durasi pembangunan selama 5 tahun (2020-2024).

Menanggapi hal itu, Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun sebekumnya mengaku senang bukan kepalang mendengar kabar. Betapa tidak, proyek yang sudah diperjuangkan sejak zaman Gubernur Ismeth Abdullah itu akhirnya masuk dalam RPJMN.

“Alhamdulillah, kalau perjuangan kita selama ini sudah diperhatikan Pemerintah Pusat,”ujar Nurdin Basirun, sebelum di OTT KPK pada Juli 2019 lalu. (Presmed5).

Comments
Loading...