Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Persiapan Belajar Tatap Muka, 230 Guru SD dan SMP Di Tanjungpinang Rapid Tes

Sekretaris dinas Pendidikan kota Tanjungpinang Muhammad Yasir (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 230 guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang melakukan pemeriksaan rapid test menjelang pelaksanaan Belajaran Tatap Muka, Senin(18/1/2021).

Sekretaris Disdik Tanjugpinang Muhammad Yasir, mengatakan uji rapid test sejumlah guru SD dan SMP sederajat di kota Tanjungpinang itu dilakukan di 15 sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Ini bentuk antisipasi kita, karena kita tidak mau penyebaran Covid-19 dari unsur guru sehingga dilakukan rapid test,” kata Yasir.

Ia menyampaikan, dari pemeriksaan rapid test, jika hasilnya ditemukan reaktif maka akan diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan lanjut dengan PCR swab.

Pembelajaran tatap muka lanjut Yasir, dilaksanakan pada sejumlah wilayah zona hijau atau wilayah kecamatan yang tidak memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Setiap sekolah yang memberlakukan Pembelajaran tatap muka, juga diwajibkan mengisi aplikasi Depodik, tentang daftar ceklis ketersediaan sarana protokol kesehatan, seperti tempat pencucian tangan, alat pengecek suhu dan hand sanitizer.

Hingga saat ini sebutnya, ada 11 SD dan 4 SMP yang menyatakan siap memberlakukan pembelajaran tatap muka. Hal itu didasarkan pada surat persetujuan dari orang tua, anaknya siap belajar tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan dan akan selalu menasehati anaknya untuk melaksanakan 3 M, mengunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Diantara sekolah tersebut adalah, SMPN 9 Penyengat, SMPN 11 Kampung Bugis, SMPN 13 Dompak, SMPN 14 Senggarang, SDN 004 Senggarang, SDN 005 Kampung Bugis.

Sedangka SD diantaranya SDN 006 Senggarang, SDN 007 Penyengat, SDN 008 Senggarang, 009 Penyengat, SDN 010 Senggarang, SDN 012 Kampung Bugis, SDN 008 Dompak, SDN 010 Dompak dan SDN 013 Dompak.

“Sekolah yang memberlakukan Pembelajar Tatap muka ini, nantinya juga akan dievaluasi, jika di Tanjungpinang jumlah kasus menurun dan tidak ada lagi makan akan ditambah,”tambahnya.

Proses pembelajaran tatap muka jelas Yari lagi, tidak sama dengan pembelajaran sebelum pandemi COVID-19, Karena pembelajaranya dilaksanakan secara terbatas, setiap mata pelajaran maksimal 25 menit untuk SD dan 30 menit untuk SMP.

“Setiap kelas maksimal 18 siswa, kalau ada 36 maka dibagi dua kelompok, Misalnya; kelompok A belajar setiap Senin, Rabu dan Jumat, sedangkan kelompok B belajar setiap Selasa, Kamis dan Sabtu,” pungkasnya.

Penulis :Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...