Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kasus Dugaan 18 Proposal Fiktif Terus Bergulir, Sekda Serahkan ke Inspektorat

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadilah.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kasus dugaan 18 proposal fiktif di lingkungan Pemprov Kepri terus menguap ke permukaan. Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, TS Arif Fadillah, mengaku sudah menyerahkan kasus tersebut kepada Inspektorat Kepri.

“Sekarang lagi ditangani Inspektorat. Informasi terkini langsung ke sana (Inspektorat, red) ya,” ujarnya saat ditemui di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (13/1/2021).

Ia mengakui, sudah memerintahkan Inspektorat Kepri untuk menindaklanjuti dugaan pencairan dana dengan menggunakan proposal fiktif melalui APBD Kepri. Bahkan, diduga modus tersebut dimuluskan oleh oknum ‘orang dalam’ atau ASN di instansi terkait.

“Kita tunggu saja, kalau memang ada oknum ASN dan terbukti akan kita beri sanksi merujuk PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN,” tegas Arif.

Untuk diketahui, berdasarkan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN pasal 7 ayat 1 sampai 4 dijelaskan hukuman disiplin bagi ASN dibagi berdasarkan tingkatan ringan, sedang dan berat.

Untuk tingkatan ringan, dapat berupa teguran lisan, teguran tertulis dan pernyataan tidak puas secara tertulis. Kemudian, tingkat sedang, berupa, penundaan kenaikan gaji berkala selama setahun, penundaan kenaikan pangkat selama setahun, hingga penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Terakhir, jenis hukuman disiplin berat, terdiri dari, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS, dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Sebelumnya diberitakan, Inspektorat Kepri telah memanggil dan memeriksa sejumlah ASN yang diduga terlibat dalam permainan dugaan korupsi bansos dengan modus proposal fiktif tersebut.

Bahkan, hal tersebut dibenarkan Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, W Irmendas. Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui jumlah dan nilai anggaran yang telah dicairkan melalui proposal fiktif tersebut.

Saat ini kata Irmendas, pihaknya sedang memeriksa sejumlah ASN atas dugaan pengajuan proposal fiktif dan pemalsuaan tandatangan di Kesbapol Provinsi Kepri itu. Pemeriksaan dilakukan atas permintaan Kesbangpol.

“Saat ini sudah ada 4 orang ASN dan THL yang diperiksa atas dugaan pengajuaan proposal fiktif ini,” sebutnya pada PRESMEDIA.ID Senin (11/1/2021).

Sebagaiman diketahui, berdasarkan informasi yang diperoleh media, sebanyak 18 proposal bansos yang diduga fiktif dananya dicairkan menggunakan proposal fiktif oleh BPKAD Kepri.

Dugaan korupsi dengan modus proposal fiktif ini, dilakukan oleh seorang THL inisial F atas suruhan oknum ASN Pemerintah Provinsi Kepri berinisial Z dan Ar yang merupakan anak seorang pejabat yang bertugas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri.

“Ada 18 proposal yang difiktifkan dan saat in bermasalah di Pemprov Kepri,” ujar salah seorang sumber pada PRESMEDIA.ID.

Terbongkarnya permainan proposal fiktif ini lanjut sumber, didasarkan pada dugaan pemalsuaan tandatangan Kepala Kesbangpol Provinsi Kepri.

“Modusnya dengan cara membuat proposal mengatasnamakan sejumlah Ormas, OKP dan Partai Politik yang diajukan melalui beberapa dinas serta dari Kesbangpol Provinsi Kepri,” ujarnya.

Selain dari Kesbangpol dan diduga telah memalsukan tandatangan Kabannya, proposal fiktif itu juga ada dari Biro Kesra, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Kebudayaan, Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan Kepri dan Dinas Perdagangan.

“Menurut pengakuan F, dia didesak oleh ASN yang namanya Z untuk membuat proposial fiktif, dan Z disuruh oleh Ar pejabat di BKKAD dan atas sepengetahuan Kabid inisial di BPKAD inisial T,” ujar sumber ini lagi.

Ke 18 Proposal fiktif yang diduga sudah dicairkan BPKAD Kepri itu, lanjutnya masuk tanpa sepengetahuan Kesbangpol Kepri, tetapi langsung ke BPKAD Provinsi Kepri untuk dicairkan. Alokasi anggaran yang terkucur diperikaran mencapai Rp 3-4 Milliar.

Penulis : Ismail
Editor : Ogawaishiki

Comments
Loading...