Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Penyidik Kejari Bintan Jebloskan Mantan Dirut BUMD Bintan Ke Rutan

Kasipidsus Kejari Bintan, Senopati bersama petugas membawa tersangka Risalasih ke Rutan Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menjebloskan Risalasih, mantan Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bintan tersangka dugaan korupsi Dana Investasi Jangka Pendek (DIJP) ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang, Rabu malam (13/1/2021).

”Merujuk pada surat panggilan yang diterima oleh tersangka, bersama ini tersangka telah hadir pada hari ini Rabu tanggal 13 Januari 2021 pukul 10.00 WIB. Tersangka diperiksa oleh penyidik dengan 57 pertanyaan selama 8 jam dan kemudian ditahan di Rutan Tanjungpinang,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Bintan, Senopati kepada awak media.

Senopati menyebutkan, sebelumnya tersangka hadir dengan didampingi oleh penasehat hukumnya, serta telah mengirimkan surat kepada Kajari Bintan prihal surat kontrol kesehatan dengan nomor : RAT-SKP/12021/000974.

“Dengan diagnosa utama yaitu Bronkopneumonia, yakni peradangan paru-paru. Dari surat tersebut, menganjurkan tersangka untuk dirawat jalan,” kata Senopati.

Selanjutnya, melalui surat Kajari Bintan, perihal memohon bantuan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan covid-19 kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan. Atas surat tersebut Kadinkes menunjuk Dokter pada UPTD Puskesmas Toapaya yang berada di KM 26.

”Tersangka yang didampingi penasehat hukumnya dilakukan pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan covid dan hasilnya dalam keadaan sehat, serta berdasarkan hasil rapid antigen dinyatakan negatif Covid-19. Maka, tersangka dibawa kembali ke Kejari Bintan untuk pemeriksaan oleh penyidik,” jelasnya.

Setelah pemeriksaan dianggap selesai, penyidik dalam hal ini, sesuai pasal 20 ayat 1 KUHAP, melakukan penahanan terhadap tersangka dengan pertimbangan syarat ojektif dan subjektif sesuai pasal 21 ayat 1.

Syarat subjektif, imbuh Senopati, yaitu dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana. Sesuai pasal 21 ayat 4 yaitu syarat objektif sebagaimana pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah primair pasal 2, subsidiair pasal 3 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU 20 tahun 2001 tentang tipikor yang ancamannya diatas 5 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, RIS dan TR ditetapkan tersangka oleh pnyaidik Kejari Bintan. Keduanya dinilai telah menyalahi peraturan dan perundangan yang berlaku. Pelaku disangkakan telah merubah fungsi BUMD PT BIS menjadi perusahaan “Koperasi Simpan Pinjam” dengan menyalurkan dana pada pihak ketiga.

Kebijakan ini, dinilai bertentangan dengan AD/ART perusahaan, Rencana Kerja Perusahaan, serta tanpa persetujuan Komisaris.

Penyidik menyebut atas perbuatanya kedua tersangka itu, dinilai telah merugikan PT BIS c/q Keuangan Negara/Daerah sebagai pemilik modal senilai Rp1,773 miliar

Penulis : Roland
Editor : Ogawaishiki

Comments
Loading...