Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

PT PBD Berhasil Ekspor Karet senilai Rp13 Miliar per Januari 2021

Karet hasil olahan PT Pulau Bintan Djaya Bintan, berhasil mengekspor ke sejumlah negara maju. Tampak petugas Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang sedang menmeriksa lempengan karet sebelum diekspor. (F_Roland_Presemdia.id))

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Meskipun pada awal 2021 hujan deras dan memicu bencana di Kabupaten Bintan, namun manajemen PT Pulau Bintan Djaya (PBD), Tirta Madu Bintan selaku pengolah karet, berhasil mengekspor karet lempengan ke sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat, Belanda dan Turki.

”Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat ekspor karet lempengan asal Kabupaten Bintan ini telah mencapai Rp13 miliar sepanjang bulan Januari 2021,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, kepada PRESMEDIA.ID, Sabtu(15/1/2021).

Raden menyebutkan, karet lempengan merupakan komoditas pertanian yang telah diolah setengah jadi dan dapat dijadikan bahan baku berbagai produk lainnya. Ban kendaraan adalah salah satu produk hasil pengolahan karet yang sudah sangat populer. “Kini, produk alat pelindung diri (APD) juga membutuhkan karet,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia merincikan ekspor karet lempengan menuju Belanda dengan volume 226,8 ton nilai ekonomisnya Rp5 miliar, Amerika dengan volume 319,2 ton senilai Rp7,1 miliar, dan Turki dengan volume 40,3 ton nilai ekonomisnya Rp794,5 juta.

Raden menjamin, bila karet yang dikirim itu sudah melalui pemeriksaan yang ketat oleh Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang, meliputi pemeriksaan administrasi hingga pemeriksaan kesehatan guna memastikan produk tersebut sesuai yang dilaporkan dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan.

“Karantina Pertanian sebagai economic tools memastikan komoditas pertanian yang diekspor diterima dengan baik di negara tujuan dengan menjamin kesehatan sesuai ketentuan Sanitary and Phytosanitary (SPS) Measure,” tutur Raden.

Selain ekspor komoditas perkebunan, Karantina Pertanian Tanjungpinang juga telah mensertifikasi ekspor babi potong menuju Singapura dengan volume 1.061 ekor atau setara Rp15,9 miliar.

Penulis : Roland
Editor : Ogawa

Comments
Loading...