Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

ASN Pemko Tanjungpinang dan Bintan Terlibat Korupsi Tambang Bouksit Ilegal

Ardiansyah: Saya bantu Vina nambang bauksit sebagai kerja sampingan

Saksi Ardiansyah ASN Parewisata Pemerintah kabupaten Bintan saat memberi keterangan atas keterlibatanya di Penambangan CV.Gemilang Sukses Abadi (Foto; Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten Bintan dan kota Tanjungpinang, terlibat dalam dugan korupsi pertambangan illegal di Bintan.

Sejumlah ASN yang terlibat itu, mulai dari Camat, Lurah, Oknum DPRD Bintan, demikian juga staf dinas Pariwisata Bintan dan ASN mantan Luarah Tanjung Ayun Sakti kota Tanjungpinang.

Keterlibatan sejumlah ASN kabuopaten Bintan dan kota Tanjungpinang itu, terungkap dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi, Camat, Lurah dan staf dinas Parewisata kabupaten Bintan dan kota Tanjungpinang, dalam sidang lanjutan dugaan Korupsi IUP-OP tambang boauksit illegal Bintan, dengan 12 terdakwa di PN Tanjungpinang.

Ardiansyah salah salah srroang ASN Parewisata kabupaten Bintan, saat diperiksa hakim sebagai saksi mengatakan, keterlibatannya bersama mantan Lurah Tanjung Ayun Sakti kota Tanjungpinang Vina, dalam pertambangan bouksit yang dilakukan terdakwa Arif Rate sebagai dikrektur CV.Gemilang Sukses Abadi dadasari kerja sama dengan Vina dalam hal pencairan lahan yang akan ditambang.

Saksi Ardiansyah mengatakan, merupakan saudara kandung dengan Vina ASN Pemko Tanjungpinang dan mantan lurah Tanjung Ayun Sakti, untuk mencari lahan yang akan ditambang atas tawaran dari PT.Gunung Bintan Abadi (GBA) selaku pemilik izin Eksport bauksit.

“Atas tawaran itu, Saya membantu Vina mencari lahan. Dengan badan hukum CV yang dimiliki, rencananya membuat contoh perumahan. Tapi tanah bauksitnya di jual ke PT.GBA,”ujar Ardiansyah di PN Tanjungpinang Senin (17/1/2021).

Atas tawaran penjualan material bouksit itu, selanjutnya Ardiansyah, menemui sejumlah pemilik lahan untuk disewa dan diganti rugi lahanya di kawasan Bintan Bunyu kecamatan Teluk Bintan.

Adapun keterkaitan terdakwa Arif Rate dengan Vina adalah kerjasama dalam pengolahan dan penambangan, karena tidak bisa dikelola secara pribadi.

“Tapi dalam pelaksanaan perusahaan akhirnya diam alih Arif Rate dengan ketentuan, modal Vina akan digantirugi atas pembayaran lahan dan akan dikembalikan kepada Vina atas penjualan material bouksit yang diambil,” sebutnya.

Ardiansyah juga mengakui, ikut terlibat menghubungi sejumlah pemilik lahan, seperti Dedi Riono, Suhernawati dan Orlis Riyanto. Mengenai bagian dan gaji, Ardiansyah mengaku dijanjikan akan diberi 1 unit rumah oleh Vina adiknya.

Hal itu juga dibenarkan sejumlah saksi pemilik lahan, yang lahan kebunnya disewa dan diganti rugi.

Dalam sidang pemeriksaan sebelumnya, mantan lurah tanjung Ayun saksi yang juga ASN kota Tanjungpinang Vina juga mengaku, memperoleh dana Rp1 milliar dari PT.GBA sebagai kerjasama dalam pelaksanaan pertambangan tersebut. Pelaksana operasional kegitan sendiri dilakukan oleh Terdakwa Arif Rate menggunakan badan hukum perusahaan CV.Gemilang sukses Abadi.

Pada sidang lanjutan ini, Jaksa penuntut Umum Dody Gazali Enil juga menghadirkan, dua ASN staf dinas ESDM Provinsi Kepri Andrik Setia Hadi dan Abdul Murah. Dalam keterangnya, kedua saksi mengatakan, pemberiaan IUP-OP tambang bouksit yang direkomendasikan dan dikeluarkan terdakwa Amjon dan Azman Taufik pada sejumlah perusahan, pihaknya tidak mengetahui.

Namun saat pemabangangan berlangsung, ke dua saksi pernah diperintahkan turun ke sejumlah lokasi tambang untuk melihat.

“Saat itu, kami hanya lihat-lihat saja,” Andrik Setia Hadi.

kemudian, melalui perintah Kepala seksi di ESDM Kepriu, selanjutanya diperintahkan untuk mendata tonase penjualan material bouksit. Hal itu kemudian dilakukan berdasarkan data yang diberikan masing-masing perusahan.

“Hanya 4 perusahan yang tonase penjualan bouksitnya yang kami rekap datanya,” ujarnya lagi.

Lurah dan Camat di Bintan Terima grativikasi Tambang Baoksit 

Sebelumya, Hakim PN Tanjungpinang juga telah memeriksa oknum DPRD Bintan M.Yatir, Camat teluk Bintan Sattridha Novfykar, camat Mantang, Pilihan dan Camat Bintan Pesisir Zulkhariri alias Alex. Dalam kesaksianya, sejumlah pejabat kecamatan dan kelurahan di Bintan ini, juga mengakui menerima imbalan dan janji dari sejumlah terdakwa yang merupakan pelaku korupsi tambang illegal di Bintan atas pengeluaran IMB pertambangan bouksit Illegal disejumlah wilayah di Kabupaten Bintan itu.

Camat Bintan Pesisir Bintan Zulkhairi alias Alex, mengaku menerima imbalan gratifikasi Rp.23 juta dari 3 perusahaan tambang illegal yang mengurus Izin Membangun Bangun (IMB) di Bintn pesisir-Bintan.

Uang Rp.23 juta itu dikatakan Zulkhairi diperileh dari badan usaha Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi dan Persero Komenditer CV.Dwi Karya Mandiri.

Penulis :Redaksi
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...