Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Fantastis Ini Aset Milliaran Terdakwa TPPU Narkoba Ellen

*Jaringan bandar narkoba Muhammad Adam, terdakwa miliki 12 Perusahaan, kendaraan dan property di Tanjungpinang dan Batam.

Sidang lanjutan kasus TPPU narkoba dengan terdakwa Ellen di PN Tanjungpinang yang digelar secara vitual. (F_Roland_Presmedia.Id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sungguh fantastis! Inilah profil, aset dan proferty terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Narkoba, Elen dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mona Amalia dan Desta Garinda di Pengadilan Nageri (PN) Tanjungpinang, Selasa(19/1/2021).

Dalam dakwaannya, JPU merincikan bahwa terdakwa Elen pernah berkerja di sejumlah perusahaan di Tanjungpinang di antaranya, tahun 2004 sampai 2010 bekerja di bidang kontraktor di Tanjungpinang. Tahun 2010 sampai 2013 bekerja di perusahaan tambang di PT Lobindo Tanjungpinang sebagai purchasing (pembelian) suku cadang alat berat.

Kemudian tahun 2013 sampai sekarang bekerja sebagai kontraktor di Tanjungpinang dan memiliki 12 perusahaan antara lain, PT Bintan Indo Bestari, PT Suseno Mandiri Ekspres, PT Citra Permata Mulia.

Selanjutnya, ada PT Pratama Logistik Batam, PT Buana Mitra Graha, PT Nusa Karya, PT Tanak Utama Jaya, CV Jaya Gurindam Konsultan, CV Keprindo Utama, CV Alumagada Perkasa, CV Semangat Jaya Indo dan PT Elnino Mubaraok.

Tak saja itu, JPU juga menjelaskan terdakwa mendapatkan gaji sebesar Rp30 juta dalam sebulan, dan yang membayar gaji terdakwa adalah Riky dengan cara ditransfer kerekening BCA atas nama terdakwa Elen.

Riky sebut JPU tinggal di Malaysia dan mentransfer gaji terdakwa melalui rekening salah satu perusahaan milik terdakwa Elen.

Sementara itu, aset dan property yang dimiliki terdakwa. Baik bergerak maupun tidak bergerak di antaranya tanah dan bangunan rumah dengan SHGB nomor 256/Tiban Lama atas nama Elen di Komplek Perumahan Tiban Ayu Blok M3 Nomor 3 Kelurahan Tiban Ayu Kota Batam.

”Aset itu diperoleh atau beli tahun 2016, yang dibeli secara lunas dengan nilai Rp240 juta,” kata JPU.

Rumah itu dibeli dari hasil proyek pembangunan puskesmas Rempang Cate Kecamatan Galang Kota Batam pada tahun 2016 dengan menggunakan PT Buana Mitra Graha.

Selain itu tanah dan bangunan rumah luas + 480 meter persegi dengan SHM nomro 319 atas nama Elen di Jalan Batu Kucing Gang Tuah Kelurahan Sungai Jang Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

Tanah dan bangunan itu, diperoleh atau dibeli terdakwa dengan fasilitas kredit dari Bank Duta Kepri tahun 2019 senilai Rp1,1 miliar dan DP baru dibayar Rp300 juta dengan akta jual beli yang dikeluarkan oleh Notaris di Tanjungpinang.

Selanjutnya, tanah dan bangunan beserta SHM-nya terdakwa jaminkan atau agunkan di Bank Duta Kepri Tanjungpinang, dengan nilai pinjaman Rp800 juta dan angsuran setiap bulannya sebesar Rp12 juta selama 10 tahun.

Peminjaman ini sudah berjalan selama kurang lebih satu tahunm dimulai dari tahun 2019. Uang yang digunakan untuk membayar angsuran atas pinjaman tersebut berasal dari proyek dan dari gaji terdakwa sebagai pemilik dari beberapa perusahaan tersebut atau dari Riky. Dengan begitu yang telah di bayarkan Rp132 juta.

Masih ada lagi aset terdakwa berupa tanah dan bangunan rumah seluas sekitar 125 meter persegi dengan SHM asli nomor 1246, terletak di Jalan Gatot Subroto Kilometer 5 Nomor 42, Kel Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang atas nama terdakwa Elen.

”Aset ini diperoleh atau beli tahun 2012 dengan cara kontan seharga Rp250 juta dan dari siapa terdakwa beli sudah lupa,” kata JPU.

Lalu, ada lagi tanah dan bangunan beserta SHM-nya yang terdakwa jaminkan atau agunkan di Bank Duta Kepri Tanjungpinang, dengan nilai pinjaman Rp300 juta dan angsuran setiap bulannya sebesar Rp3,7 juta selama 1 tahun. Mulai tahun 2017.

Sementara itu, uang yang digunakan untuk membayar angsuran berasal dari proyek dan dari gaji terdakwa sebagai pemilik dari beberapa perusahaan tersebut atau dari Riky. Total angsuran Rp142 juta.

Tanah dan bangunan rumah luas sekitar 17 meter persegi dengan SHM nomor 02178 atas nama Fanny (adik terdakwa) di jalan Ir Sutami Perumahan Taman Pinang Mas Blok B nomor 92 Kelurahan Tanjungpinang Barat, diperoleh atau beli tahun 2014 dengan harga berapa terdakwa tidak tahu karena yang melakukan pembelian adalah adiknya.

Selanjutnya, tanah dan bangunan beserta SHM-nya terdakwa jaminkan atau agunkan di Bank Duta Kepri Tanjungpinang, dengan nilai pinjaman Rp250 juta dan angsuran setiap bulannya sebesar Rp3,1 juta selama 1 tahun. Pinjaman tersebut adalah sebagai pinjaman modal kerja sejak tahun 2017 yaitu hanya membayar bunga saja, pokoknya tidak.

Uang yang digunakan untuk membayar angsuran atas pinjaman tersebut, sambung JPU, berasal dari proyek dan dari gaji terdakwa sebagai pemilik dari beberapa perusahaan tersebut atau dari Riky. Pembayaran angsuran sejak Juni 2017 sampai dengan April 2020 dengan total angsuran yang sudah dibayar sebesar Rp112 juta.

Satu unit kendaraan roda empat jenis Honda Mobilio tahun 2017 Nopol BP 1092 RY dengan STNK atas nama Fany. Mobil ini dibeli seharga Rp170 juta dengan cara pembayaran kredit dengan uang muka Rp30 juta, berikut angsuran tiap bulannya Rp4,5 juta selama 4 tahun.

”Angsuran mobil dimulai sekitar bulan Juli 2019 atau sudah bayar sekitar 10 kali. Total angsuran yang telah dibayar Rp20 juta,” rincinya.

Tidak hanya itu, satu unit kendaraan roda empat jenis Toyota Altis tahun 2002 nopol BP 1549 TE beserta STNK, warna Hitam beserta kunci kontak dibeli sekitar tahun 2014. ”Tetapi terdakwa lupa dari siapa beli dengan harga Rp70 juta dibayar kontan,” demikian JPU Mona.

Penulis : Roland
EDitor : Ogawa

Comments
Loading...