Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Berkas Perkara Korupsi BPHTB Belum Rampung

*Raka: Saya Janji Akhir Bulan Ini Dilimpahkan Ke Penuntutan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Raka Tama Aditya(F_Roland_Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang masih belum juga merampungkan berkas Yudi Ramdhani, tersangka dugaan Korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungpinang.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Raka Tama Aditya mengaku saat ini proses pemberkasan perkara dugaan korupsi BPHTB di BPKAD Kota Tanjungpinang masih terus berjalan.

“Kasus masih lanjut, masih dalam pemberkasan saat ini,” kata Raka saat dikonsirmasi PRESMEDIA.ID, Kamis,(11/2/2021).

Raka menyebutkan, saat ini prosesnya masih di Prapenuntutan, dan masih diteliti oleh jaksa penelitinya.

“Jadi diteliti dahulu oleh jaksa peniliti, setelah itu Insyaallah kita limpahkan ke penuntutan akhir bulan ini,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Tanjungpinang menetetapkan Yr (Yudi Rahmadani) tersangka dugaan Korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungpinang.

Dugaan korupsi BPHTB di BP2RD Tanjungpinang terjadi sejak 2018 sampai September 2019 yang mengakibatkan kerugian negara Rp3,3 miliar berdasarkan hasil audit BPKP Kepri.

Modus korupsi yang dilakukan tersangka Yudi adalah dengan menggunakan aplikasi BPHTB terhadap sejumlah warga yang membayarkan BPHTB.

Namun setelah menginput nama dan menerima dana BPHTB-nya, tersangka tidak menyetorkan dana BPHTB warga tersebut ke kas penampungan BPHTB Kota Tanjungpinang. Sehingga menyebabkan kerugian negara C/q Pemerintah kota Tanjujngpinang dari Januari 2018 sampai September 2019.

Tersangka di jerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang Undang Tipikor Tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dengan UU Nomor 20 tahun 2000.

Penulis: Roland
Editor: Ogawa

Comments
Loading...