Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tahun Baru Imlek 2021, Satu Napi di Kepri Dapat Remisi

Kepala Kanwil hukum dan HAM Kepri Husni Thamrin (Foto: Humas Kanwil Kemenkumham Kepri)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau (Kepri) memberikan remisi khusus kepada satu narapidana etnis Tionghoa yang merayakan Imlek 2021.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepulauan Riau Husni Thamrin, mengatakan pemberian remisi pada Warga atau anak Binaan itu dilakukan berdasarkan undang-undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, keputusan Presiden RI Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Demikian juga rujukan peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 18 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

“Selain itu berdasarkan surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.PK.01.05.05-1435 tanggal 21 Desember 2020, dalam hal Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Imlek Tahun 2021 kepada Narapidana dan Anak Binaan,” ujarnya Jumat (12/2/2021)

Pemberian remisi ini lanjutnya, merupakan wujud negara hadir dengan memberikan penghargaan bagi narapidana dan anak atas segala pencapaian positif bagi yang telah memenuhi syarat.

“Remisi khusus potongan masa tahanan selama 2 bulan diberikan kepada Salikun alias Akun narapidana narkotika di Lapas Kelas II A Tanjungpinang,”Kata Husni, Jumaat (12/2/2021).

Ia menyampaikan, remisi Khusus Imlek diberikan kepada narapidana beragama Kong Hu Chu yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, diantaranya harus berkelakuan baik atau tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana).

Serta telah menjalani pidana minimal 6 bulan dan 3 Bulan bagi Anak, serta aktif mengikuti program pembinaan di Lapas dan Rutan.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...