Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pelantikan Gubernur Kepri Tunggu Putusan Dismissal MK

Isdianto: Optimis dan Legowo. Arif Fadilah: Gubernur Terpilih Merupkan Putra Terbaik Kepri

Komisioner KPU Kepri Arison (Foto: Ismail/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pelantikan Gubernur dan wakil gubernur Kepri hingga saat ini masih menunggu putusan dismisal Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa Pilkada Kepri yang saat ini disidangkan.

Komisi Pemelihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau, mengatakan hingga saat ini, pihaknya masih menunggu putusan dismisal Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) itu, untuk mengetahui, permohonan gugatan yang diajukan Isdianto-Suryani (INsani) melalui Kuasa hukumnya, dapat dilanjutkan atau tidak. Rencananya sidang putusan dismissal MK dijadwalkan pada 16 Februari 2021 mendatang.

Komisioner KPU Kepri Arison, mengungkapkan jika putusan dismissal MK, nantinya, menyatakan sengketa perselisihan Hasil Pilkada (PHP) Kepri dilanjutkan. Maka proses persidangan akan memakan waktu hingga Maret 2021. Karena, proses sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dan bukti serta hal lainnya.

“Jika diputuskan lanjut, maka proses sidangnya akan berlangsung hingga Maret mendatang,” ungkapnya kepada PRESMEDIA.ID Jumat (12/2/2021).

Sebaiknya kata Ariosn, jika Hakim MK dalam putusan dismissal nanti menyatakan, permohonan gugatan tidak bisa dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat formil dan materil berarti permohonan pemohon ditolak.

Dengan ditolaknya permohonan Pemohon, selanjutnya KPU akan menunggu petikan putusan resmi MK untuk melanksanakan Rapat Pleno Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri terpilih hasil Pilkada serentak 2020.

“Biasanya MK akan menyurati KPU-RI dan KPU-RI menyurati KPU Provinsi untuk segera melakukan rapat Pelno Penetapan, selamat-lambatnya 5 hari setelah surat tersebut kami diterima,” ujarnya.

Dalam 5 hari surat KPU-RI lanjut Arison, KPU Kepri akan segera melakukan pleno penetapan.

Hal ini sebutnya, juga berlaku bagi Pilkada kabupaten/kota yang saat ini sengketa pilkadanya diajukan ke MK.

Setelah pleno penetapan gubernur terpilih Pilkada Kepri dilakukan, selanjutnya KPU menyurati pemerintah Provinsi Kepri, DPRD, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar proses pelantikan terhadap gubernur terpilih yang ditetapakan bisa dilaksanakan.

“Itu mekanisme di KPU. Selanjutnya proses di DPRD akan dilakukan Paripurna penetapan yang merupakan kewenangan DPRD Kepri,” tukasnya.

Arison juga berharap, Hakim MK dapat memberikan putusan yang seadilnya-adilnya dengan mempertimbangan jawaban-jawaban KPU pada sidang dalam melaksanakan Pilkada Kepri.
Karena menurutnya, sejumlah keterangan yang disampaikan KPU pada sidang ke-2 kemarin, sudah cukup menjawab gugatan yang diajukan pemohon.

“Kita tunggu saja hasil putusan MK nanti kami tetap optmis,” demikian Arison.

Isdianto: Optimis dan Legowo

Ditempat terpisah, calon gubernur Isdianto selaku pemohon sengketa Pilkada Gubernur Kepri ke MK, mengaku, akan legowo atas apa yang diputuskan MK nantinya. Menurutnya, apa yang dilakukan itu sudah sesuai dengan prosedur dan salurah hukum yang diamanatkan Undang-Undang.

“Mengenai hasil, kita tetap optimis, Dan apapun nanti putusan MK, kami legowo dan itulah yang terbaik untuk Kepri,” ujarnya.

Arif Fadilah: Gubernur Terpilih Merupkan Putra Terbaik Kepri

Sementara itu, Sekda sekaligus Plh Gubernur Kepri TS.Arif Fadillah juga mengatakan, Pelantikan gubernur terpilih hasil Pilkada Kepri 2020 akan dilakukan setelah ada putusan MK.

Setelah melalui putusan tersebut, lanjut Arif, Pemerintah Provinsi akan menunggu hasil Pelno KPU serta keputusan paripurna pelantikan Gubernur dan wakil gubernur terpilih itu dari DPRD provinsi Kepri, yang selanjutnya diajukan ke Presiden melalui Menteri Dalam negeri.

“Pemerintah sifatnya menunggu dan siapapun nanti yang ditetapkan menjadi gubernur, itulah putra terbaik Kepri,” ujarnya.

Penulis:Ismail
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...