Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Bupati dan Kapolres Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

*Apri: Jangan membakar lahan Untuk tempat usaha.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Bintan dalam beberapa pekan terakhir. (Foto_Hasura_Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Selama Januari-Februari 2021 Bintan terus dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan selama dua bulan terakhir itu sudah ratusan hektare hutan dan lahan yang ludes terbakar. Namun belum ada satupun pelaku pembakaran yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi hal ini, Bupati Bintan, Apri Sujadi mengimbau agar masyarakat dapat waspada terhadap karhutla.

”Jangan membuka usaha baru dengan cara membakar karena cuaca sekarang panas dan angin kencang. Sehingga hal ini akan membuat kebakaran semakin sulit dikendalikan,” kata Apri, Jumat (12/2/2021).

Terkait Karhutla ini, Apri mengaku akan berkoordinasi dengan instansi vertikal lainnya, khususnya menyangkut pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.

”Sebagai bagian dari tindakan pencegahan dalam menghadapi musim panas yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Kita juga akan berkoordinasi ke kepolisian dan instansi vertikal lainnya dalam pencegahan karhutla,” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono mengatakan anggotanya selalu melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap wilayah di Kabupaten Bintan. Bahkan setiap bencana melanda, anggotanya selalu sigap menanganinya.

“Anggota kepolisian di Bintan. Baik di polsek sampai di polres selalu siaga dengan situasi yang terjadi. Khususnya karhutla ini juga menjadi atensi bagi kepolsian untuk penanganan sampai dengan penindakan,” ujar Bambang.

Karhutla akhir-akhir ini selalu terjadi. Cuaca yang panas, angin kencang dan memasuki musim kemarau menjadikan kondisi saat ini sangat rentan dan rawan. Sebab cuaca merupakan salah satu faktor alam yang dapat menjadi pemicu karhutla.

Namun disatu sisi ada oknum-oknum yang tak bertanggungjawab memanfaatkan situasi dan kondisi ini. Mereka sengaja membakar lahan yang kering dan bersemak-semak untuk membuka tempat usaha baru.

“Kita terus melakukan penyelidikan. Jika nantinya dijumpai ada indikasi kesengajaan dalam karhutla ini maka akan kita tindak tegas. Kita tangkap pelakunya, diproses hukum sampai diajukan ke pengadilan agar pelakunya dapat ganjaran setimpal,” tegasnya.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa

Comments
Loading...