Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Rudapaksa Anak Tiri Selama 2 Tahun, Pria Asal Tembeling Dibekuk Polisi

Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Rugianto.(Foto: Hasura/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Bintan – Pria asal Tembeling, Suhabdi dibekuk jajaran Polsek Teluk Bintan akibat merudapaksa anak tirinya yang masih di bawah umur puluhan kali.

Aksi bejat itu telah dilakukan oleh pelaku selama 2 tahun. Dimulai dari 2019 sampai Oktober 2020 namun baru dilaporkan pada 20 Februari 2021.

Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Rugianto mengatakan pelaku dilaporkan oleh istrinya sendiri ke polisi. Pelaporan itu dilakukan karena pelaku telah melakukan perbuatan tak senonoh kepada anak tirinya. Lalu polisi menerima laporan tersebut dengan Nomor : LP-B/02/II/2021/KEPRI/RES BINTAN/SEK TELUK BINTAN tertanggal 20 Februari 202.

“Jadi istrinya sendiri yang melaporkan suaminya ke polisi. Karena tak terima anaknya telah dinodai,” ujar Rugianto, Senin (22/2/2021).

Kasus asusila ini terungkap pada Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 18.30 WIB. Ketika itu korban yang masih duduk di bangku Kelas II SMP mencari ibunya di rumah. Namun sang ibu tak berada di sana.

Lantas korban menanyakan kepada tetangga tentang keberadaan ibunya. Diketahui sang ibu saat itu lagi berada di rumah tukang urut yang berlokasi di depan rumahnya.

“Jadi korban berniat menceritakan aib yang dialaminya itu kepada sang ibu,” jelasnya.

Korban beranikan diri menghubungi ibunya yang sedang mengurut melalui handphone (hp). Disaat itu korban meminta ibunya segera pulang ke rumah karena ada hal yang penting mau diceritakan.

Berselang beberapa menit kemudian ibunya pulang dengan penuh rasa penasaran. Disitulah sang ibu bertanya dan korban akhirnya bercerita.

“Jadi korban menceritakan semuanya kalau dia telah dinodai oleh ayah tirinya di rumah. Aksi tak senonoh itu dilakukan sang ayah di dalam kamar ketika ibunya tak ada. Bahkan perlakuan itu diterimanya sejak 2019 sampai Oktober 2020,” sebutnya.

Mendengarkan cerita korban, ibunya langsung menangis karena tak menyangka jika pria yang dinikahinya itu tega berbuat hal tak senonoh tersebut ke anaknya.

Dengan rasa kecewa akhirnya dia melaporkan suaminya itu ke kantor polisi. Lalu polisi menangkap pelaku di rumahnya dan juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya 1 helai celana dalam, 1 buah BH, 1 helai baju kaos, dan 1 helai celana.

Akibat aksi bejat itu, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat 3 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun kurungan penjara.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa

Comments
Loading...