Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Nunggak Utang Setoran Meja BUMD, Basarudin Idris Diperiksa Jaksa

Lapak Pedagang di salah satu Pasar yang dikelola PT.TMB BUMD Tanjungpinang. (Dok:Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Nunggak utang, dalam dugaan korupsi penyalahgunaan keuangan non usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang tahun 2017-2019, Direktur PT.Belia Era Perjuangan Basarudin Idris dipanggil dan diperiksa jaksa.

Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Bambang Heri Purwanto, membenarkan pemeriksaan Basarudin Idris sebagai Direktur PT.Belia Perjuangan dalam dugaan korupsi di BUMD itu.

Karena lanjut Bambang, PT.Belia Era Perjuangan ini merupakan pihak ketiga yang ikut berkerja sama dengan BUMD Tanjungpinang dalam dugaan korupsi keuangan non usaha di BUMD yang saat ini sedang disidik kejaksaan.

“Kita ada meminta keterangan, untuk mengetahui seperti apa perusahaan ini,” kata Bambang saat dikonfirmasi PRESMEDIA.ID, Senin (23/2/2021).

Namun, ketika yang bersangkutan dimintai keterangan oleh Tim Penyidik Kejari Tanjungpinang, yang bersangkutan disebut belum dapat memberikan beberapa dokumen yang diminta.

Sehingga berkas-berkas yang diminta itu, nantinya bisa diberikan pada saat diperiksa oleh penyidik Pidana Khusus Kejari Tanjungpinang.

“Berkas-bekas nanti akan diminta saat penyidikan,” ujarnya.

Ketika ditanya wartawan, berapa piutang PT.Belia Era Perjuangan dan bergerak di bidang usaha apa kerja sama perusahan itu dengan BUMD?, Bambang enggan menyampaikan dengan alasan jika hal itu masuk dalam ranah internal penyidikan.

“Kalau itu sudah masuk ranah pokok perkara. Mohon bersabar nanti akan disampaikan,” jelasnya.

Ditempat berbeda, Kepala seksi pidana khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Aditya Rakatama, mengatakan penyidik akan segera melakukan pemeriksaan dalam kasus itu, mulai dari jajaran Komisaris, direksi, karyawan, eks-karyawan, Koperasi bahkan pihak ketiga relasi BUMD.

“Dengan ditingkatkannya penyelidikan ke penyidikan ini, akan kami mulai proses Penyidikannya dengan memeriksa sejumlah orang,” singkatnya.

Basarudin Idris Mengaku Sudah Bayar Tunggakan Utangnya Rp 42 juta ke BUMD

Di tempat terpisah, Direktur PT.Belia Era Perjuangan Basarudin Idris, mengakui, telah dipanggil dan diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Tanjungpinang atas tunggakan utang setoran lapak kios ikan di pasar yang dikelola PT.Tanjungpinang Maju Bersama (TMB) BUMD Tanjungpinang.

Kepada PRESMEDIA.ID, Basarudin Idris mengatakan, hutang tunggakan setoran kios ikan ke BUMD itu, terjadi ketika perusahaannya PT.Belia Era Perjuangan bekerja sama dengan BUMD jaman kepemimpinan Direktur BUMD Eva Amelia, dalam penataan dan penertiban penyewaan lapak kios ikan di pasar ikan Tanjungpinang.

“Kerja sama yang kami lakukan saat itu hanya 6 bulan, dalam menertibkan dan pemungutan uang sewa lapak di pasar ikan Tanjungpinang,” ujarnya Selasa (23/2/2021).

Saat kerjasama perjalan lanjutnya, seorang pengawas lapangan PT.Belia Era Perjuangan bernama Ahang alias Hendy (Almarhum), saat itu tidak menyetorkan iuran setoran sewa lapak meja ikan yang dipungutnya ke Kas BUMD dengan total Rp.37.500,000,-.

“Hingga BUMD mengklaim kalau hal itu merupakan utang PT.Belia Era Perjuangan,” ujarnya.

Basarudin yang biasa disebut Oom ini, juga mengakui jika sebelumnya kuasa Hukum BUMD Tanjungpinang, Urip Susanto, pernah melakukan penagih secara lisan melalui Handphone. Namun saat itu, pihaknya meminta, agar BUMD melakukan penagihan secara legal atau resmi melalui surat.

“Tapi, sampai saat ini surat penagihan itu tidak pernah kami terima dan saya baru tahu, kami punya utang setelah kemarin saya dipanggil dan diperiksa Jaksa,” ujarnya.

Atas pemanggilan dan pemeriksaan dirinya, mengenai tunggakan hutang di BUMD itu, Basarudin Idris juga mengaku, telah membayar dan menyetorkan, utang tunggakan perusahaannya itu ke BUMD melalui rekening PT.Tanjungpinang Maju Bersama sebesar Rp 42 juta.

“Pembayaran kami lakukan sebagai setoran pembayaran pelunasan pengelolaan meja ikan PB II, yang dibayarkan pada Senin 15 Februari 2021 lalu,” sebutnya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, meningkatkan status perkara dugaan korupsi penyalahgunaan keuangan non usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang tahun 2017-2019 ke penyidikan.

Proses hukum dugaan korupsi utang-piutang sejumlah mantan Dirut dan pihak ketiga di BUMD kota Tanjungpinang itu, dilakukan atas ditemukannya unsur melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara C/q pemerintah daerah di BUMD hingga mencapai Rp 900 juta.

Kejaksaan menyebut, sejumlah Direktur mulai dari Jaman Eva Amelia, Asep Nana Suryana dan Jondervan, meninggalkan utang hingga ratusan juta baik secara pribadi maupun kepada pihak ketiga di BUMD kota Tanjungpinang itu.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...