Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Gelapkan Uang Anggota Polisi, Kasi Keuangan Polres Bintan Didakwa Pasal Penggelapan

Gelapkan Uang Personil Polisi, Kasi Keuangan Polres Bintan Didakwa Pasal Penggelapan oleh Jaksa di PN Tanjungpinang (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Gelapkan uang kredit, potongan gaji 206 personil Polres Bintan. Mantan bendahara dan Kepala seksi (Kasi) keuangan Polres Bintan, terdakwa Dedi Fadi Sarwedi, didakwa pasal Penggelapan dalam jabatan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yustus di Pengadilan negeri Tanjungpinang.

Sidang dengan agenda membacaan dakwaan yang berlangsung secara Daring itu, dipimpin ketua Majelis Hakim M.Djauhar didampingi hakim anggota Risbarita Simarangkir dan Justiar Ronal di PN Tanjungpinang Selasa (23/2/2021).

Dalam dakwaanya, Jaksa Yustus, menyatakan pada 2020, sebanyak 206 personil Polres Bintan menggunakan fasilitas kredit Briguna Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Tanjungpinang dan Kantor Unit BRI dibawah kantor cabang BRI Tanjungpinang.

Terdakwa pada saat itu, ditunjuk sebagai penjabat sementara (Ps) Kasi Keuangan Polres Bintan dan merangkap sebagai bendahara pengeluaran berdasarkan Surat perintah Kapolres Bintan Nomor: Sprin/396/IV/KEP./2020 tanggal 25 April 2020.

“Salah satu tugas terdakwa adalah memungut dana pinjaman bank masing–masing personil anggota, untuk disetor dan dibayarkan ke Bank Pemberi pinjaman,” kata Yustus.

Terdakwa sebagai Ps Kasi Keuangan dan bendahara Polres Bintan, juga mendapatkan surat kuasa dalam memotong gaji anggota Polri di Polres Bintan sesuai dengan tugas yang diberikan.

Atas dasar itu lanjutnya, terdakwa memiliki kuasa untuk melakukan pemotongan gaji, pemberi kuasa serta membayarkannya ke Bank BRI, selaku pemberi fasilitas kredit untuk memenuhi angsuran fasilitas Kredit Briguna masing-masing anggota setiap bulannya.

Pemberiaan kredit pada anggota Personil Polres Bintan itu, juga didasari perjanjian kerjasama antara Bank BRI Tanjungpinang dengan Polres Bintan, tentang Pemberian fasilitas kredit Briguna Nomor:B.1455/KC-XVII/ADK/04/2019 tanggal 1 April 2019.

Lebih lanjut dikatakan Yustus, dalam prosesnya, terdapat uang masuk ke rekening nomor 354801022831535 atas nama terdakwa pada BRI Cabang Tanjungpinang sebesar Rp.684.445.302 pada tanggal 2 November 2020 lalu.

“Uang itu adalah dana dari potongan gaji yang dilakukan oleh Bank BRI cabang Tanjung Pinang terhadap 206 Personil Polres Bintan sebagai cicilan kredit.” ungkapnya.

Setelah masuk pada hari yang sama, kemudian terdakwa melakukan penarikan tunai melalui rekening terdakwa sebanyak tiga kali, diantaranya, sebesar Rp.270 juta, kemudian Rp.220 juta dan Rp.190 juta.

“Uang yang ditarik itu sebagian dipergunakan terdakwa untuk membayar angsuran pinjaman Bank, milik beberapa Personil Polres Bintan di BTN Tanjung Pinang dan Bank Riau Tanjung Uban,” sebutnya.

Tetapi sisa uang sebesar Rp.607.095.900,- tidak disetorkan terdakwa ke BRI sebagai pemberi fasilitas pinjaman kredit Briguna yang sebelumnya telah dipotong dari gaji dan hak anggota Polres Bintan.

“Ternyata tanpa seizin 206 orang Personil, dana tersebut diunakan oleh terdakwa untuk bermain judi bola online dan untuk kepentingan pribadi terdakwa,” pungkasnya.

Atas perbuatanya, terdakwa diancam dan dijerat dengan Pasal 374 KUHPidana tentang penggelapan dalam jabatan.

Atas dakwaan JPU itu, terdakwa menyatakan tidak keberatan, dan Majelis Hakim menunda persidangan selama satu pekan dengan memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...