Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Ditolak Rutan, Akhirnya Jaksa Tahan Tersangka Korupsi BPHTB di Sel Tahanan Polres Tanjungpinang

Tersangka Korupsi BPHTB di BP2RD kota Tanjungpinang Yd saat mendatangi Polres Tanjungpinang (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Negeri (Kejari ) Tanjungpinang akhirnya menjebloskan tersangka (Yd) Yudi Ramdani dalam dugaan Korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) ke Sel tahanan Polres Tanjungpinang, Rabu (24/2021).

Tersangka Yd merupakan ASN dan pejabat  Kabid Perlindungan Dan Jaminan Sosial di Dinsos Tanjungpinang yang sebelumnya baru dilantik dan diangkat oleh wali kota Rahma beberapa waktu lalu.

Kepala seksi pidana khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama, membenarkan penahanan tersangka Yd dalam korupsi BPHTB tersebut. Tersangka kata kata Aditya, akan ditahan sebagai tahanan dititipkan di Rutan Polres Tanjungpinang selama 20 hari kedepan.

Alasan penahanan di Rutan Polres Tanjungpinang, kata Rakatama, disebabkan Rutan  saat ini tidak menerima tahanan apabila berkas perkaranya tahap II.

Penahanan katanya, juga dilakukan berdasarkan prosedur pencegahan Covid-19 yang diawali dengan uji swab antigen dengan hasil negatif dan tes kesehatan serta tekanan darah yang juga dinyatakan normal.

“Dengan penahanan tersangka ini, Kami akan segera melengkapi berkas perkaranya, untuk secepatnya dilimpah ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang untuk penuntutan,” ujarnya.

Rakatama juga menyebut, sebelum dilakukan penahanan, penyidik kejaksaan juga sempat memeriksa tersangka untuk melengkapi berkas perkara.

Sebelumnya penyidik Kejari negeri Tanjungpinang menetapkan Yd sebagai tersangka dugaan Korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungpinang.

Penetapan Yd sebagai tersangka, dilakukan atas penyidikan dan alat bukti, pemeriksaan serta keterangan saksi ahli dan dokumen-dokumen pendukung dalam dugaan korupsi BPHTB di BP2RD Tanjungpinang 201-2019 yang ditaksir merugikan keuangan negara Rp3,3 miliar.

Tersangka kata Kejaksaan, dijerat dengan Pasal 2 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...