Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Lanjutkan Pegusutan Korupsi Tunjangan Perumahan, Kejati Kepri Panggil Seluruh Anggota DPRD Natuna

Kejati Kepri Hari Setiyono

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Mengendap sejak 2017 lalu, Kejaksaan Tinggi Kepri kembali membuka dan melakukan penyidikan dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Nattuna tahun 2011-2015.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Hari Setiyono, mengatakan penyidik di kejaksaan tinggi Kepri, dalam waktu dekat akan kembali memanggil dan memeriksa seluruh anggota DPRD Natuna dan sejumlah pejabat lainya untuk diperiksa.

Pemanggilan seluruh anggota Dewan Natuna dan sejumlah pejabat lainya itu, dilakukan sebagai tindak lanjut penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi itu, Semua anggota DPRD Natuna yang menerima dana tunjangan perumahan itu harus dimintai keterangan,” ujarnya di kejaksaan tinggi Kepri Rabu (24/2/2021).

Selain itu, penyidik kejaksaan tinggi juga akan kembali menghitung seluruh dana tunjangan anggota DPRD Natuna itu.

“Kalau memang hal itu merupakan menjadi haknya (Anggota DPRD-red) dan digunakan, maka tentu ada perhitungan,” ujar Hari.

Sebelumnya, sebut Kejati, tim penyidik dari Pidsus Kejati Kepri, juga sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi dari anggota DPRD yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif.

“Intinya, Kejaksaan Tinggi Kepri akan berusaha menuntaskan kasus korupsi ini untuk pengembalian kerugian keuangan negara,” pungkasnya.

Mengenai status ke 5 tersangka yang sebelumhya telah ditetapkan penyidik kejaksaan, Hari menegaskan, statusnya tetap sebagai tersangka, Kecuali, satu tersangka proses penyidikan penuntayanya tidak bisa dilanjutkan, karena yang bersangkutan telah meninggal dunia.

“Penyidik akan melengkapi alat bukti untuk memenuhi unsur yang disangkakan. Jika alat bukti dan penyidikan sudah siap, maka akan ditingkatkan ke Penuntutan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi dana tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD 2011-2015 Natuna ini, merugikan keuangan negara C/q Pemerintah Kabupaten Natuna Rp.7,7 Milliar.

Pada 2017, Penyidik dan Kejaksaan Tinggi Kepri kala itu sudah menetapakan 5 tersangka. Ke 5 tersangka itu adalah mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah dan Ilyas Sabli.

Kemudian mantan Ketua DPRD Natuna periode 2009-2014 Hadi Chandra, mantan Sekda Kabupaten Natuna periode 2011-2016 Syamsurizon serta mantan Sekwan DPRD Natuna 2009-2012 Makmur.

Kasus korupsi ini, mandek ketika Kejaksaan Agung dipimpin Muhammad Prasetyo dan Kepala kejaksaan Tinggi Kepri dijabat Yunan Harjaka. Kemudian setelah jabatan Kepala kejaksaan Tinggi beralih kepada Asri Agung Putra, Korupsi Natuna ini juga tidak kunjung dituntaskan.

Selama 4 tahun “mandek”, penerus pimpinan kepala Kejaksaan Tinggi Kepri yang dijabat Edi Birton dan Sudarwidadi, juga tidak kunjung dapat menuntaskan kasus korupsi di ujung pulau provinsi Kepri ini.

Penulis: Redaksi
Editor  : Redaksi

Comments
Loading...