Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejari Telusuri Aset Kekayaan Tersangka YR Terkait Dugaan Korupsi BPHTB

Kajari Tanjungpinang, Joko Yuhono (tengah) didampingi Kasi Intelijen, Bambang dan Kasipidsus Aditya Rakatama. Foto: Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telusuri aset kekayaan tersangka Yudi Ramdani (YR) atas dugaan korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungpinang.

“Tersangka YR juga kini telah ditahan di Rutan Polres Tanjungpinang,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, Joko Yuhono saat jumpa pers di Kantor Kejari Tanjungpinang, Rabu (24/2/2021).

Joko menyampaikan, bahwa penyidik akan terus melengkapi berkas perkara, supaya secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Di tempat yang sama, Kasipidsus Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama menambahkan, saat ini penyidik masih menunggu data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPTK).

“Kita tunggu saja hasilnya, mudah-mudahan kita mendapatkan apa yang kita inginkan,” katanya.

Dengan demikian, imbuhnya, kerugian negara dapat dipulihkan yang didapat dari penyitaan aset tersangka, dengan cara dilelang untuk mengembalikan kerugian negara.

“Saat ini belum ada aset yang disita. Pengakuan tersangka sebelumnya bahwa uang korupsi itu digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Penyidik juga mendapat informasi bahwa ada sejumlah aset yang diduga aliran dana dari korupsi ini. Tetapi hingga saat ini masih belum menemukannya atau nihil, sehingga perlu dilakukan pengembangan lagi oleh penyidik.

Raka tidak membantah jika berdasarkan hasil pengembangan penyidikan dan fakta persidangan nantinya akan ada lagi tersangka lain yang baru dan itu pasti akan ditindaklanjuti.

“Kalau pun ada keterangan atau alat bukti yang mengarah ke tersangka baru kita akan tindak lanjuti sesuai dengan arahan Bapak Kajari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari ) Tanjungpinang akhirnya menjebloskan tersangka YR ke sel tahanan Polres Tanjungpinang dalam kasus dugaan Korupsi BPHTB di BPKAD.

Kasipidsus Kejari Tanjungpinang Aditya Rakatama mengatakan, kerugian negara dalam dugaan korupsi yang dilakukan tersangka, ditaksir mencapai Rp3,3 miliar.

Dan atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi.

Penulis: Roland
Editor: Ogawa

Comments
Loading...