Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Periksa Tiga Saksi, Jubir KPK Tidak Ada Sebut Nama Apri Sujadi 

*Demokrat Bantah Bupati Bintan Ditangkap KPK

Sekretaris BPK-KPBP Bintan Edi Pribadi dan Mardiah mantan Kepala DPMPTS Bintan saat turun dari ruangan Antan Seludang Polres Bintan usai diperiksa Penyidik KPK.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 3 saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Plt.Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan dalam proses penyidikan yang dilakukan, hingga saat ini penyidik KPK baru memeriksa tiga orang saksi di Mapolres, Jumat (26/2/2021).

Dari ketiga orang yang diperiksa penyidik KPK, Ali Fikri tidak menyebut nama Bupati Bintan Apri Sujadi, tetapi hanya 3 pejabat dan mantan pejabat di Badan Kawasan (BP) Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB) Bintan dengan status sebagai saksi.

Ketiga saksi yang sudah diperiksa penyidik KPK dikatakan Ali Fikri adalah Mardiah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) kabupaten Bintan, Kepala BP Bintan 2011-2016.

Selanjutnya, Muhammad Hendri, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bintan dan Wakil Kepala BP Bintan Tahun 2011-3013.

“Terakhir Radif Anandra, Anggota 4 Bidang Pengawasan dan Pengendalian BP Bintan Tahun 2016 sampai dengan sekarang,” ujar Ali dalam keteranganya ke media.

Sebelumnya, Ali Fikri juga membenarkan, jika saat ini, lembaga anti rasua itu sedang melakukan penyidikan (Sidik) dugaan korupsi pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Dalam penyidikan, KPK memanggil dan meminta keterangan sejumlah pejabat di Bintan, sebagai mana sejumlah nama yang disebut, termasuk Edi Pribadi sebagai Sekretaris Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB) Bintan.

Namun pada tengah hari Jumat (26/2021), sejumlah penyidik KPK terlihat sudah meninggalkan polres Tanjungpjnang. Namun belum diketahui, apakah sejumlah penyidik itu akan pulang ke Jakarta, atau masih tetap melakukan pemeriksaan di Kepri.

Demokrat Bintan Bantah Isu Apri Sujadi Ditangkap KPK   

Sementara itu, isu yang berkembang di Kepri menyebut Bupati Bintan Apri Sujadi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo membantah dan mengatakan jika isu itu tidak benar dan hoaks.

Kepada media, fungsionaris partai Demokrat ini mengatakan, setelah dilantik Gubernur sebagai Bupati Bintan pada Jumat (26/2/2021), Apri bersama isterinya langsung ke Bintan dan berziarah ke makam ibunya. Hal itu sebut Agus, biasa dilakukan Apri, sebagai ucapan syukur dan rasa rindunya terhadap ibunya.

“Dalam beberapa hari ini memang banyak informasi dan berita yang tersebar membingungkan masyarakat, bahkan cenderung menghakimi terhadap Apri Sujadi, hal ini sangat kita sesalkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Atas dasar itu, Agus meminta, agar seluruh pihak menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan KPK dan tidak menyebarkan isu sesat dan membingungkan masyarakat.

Sampai saat ini lanjutnya, penyidik KPK masih melakukan penyidikan dan belum mengumumkan siapa tersangka dalam kasus yang ditangani.

“Tolong tidak menyebarkan informasi dan berita fitnah. Kita hargai proses yang dilakukan KPK,” ujarnya.

Photo Apri Sujadi Ziarah Makam Tersebar  

Dari pantauan media, sebuah photo Apri Sujadi lengkap dengan Dinas PDH Bupati, tersebar sedang melakukan ziarah dimakan ibunya. Selain Apri, juga terlihat Isteri dan sejumlah rekannya.

Setelah Apri Sujadi-Roby Kurniawan dilantik gubernur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bintan periode 2021-2024 di aula kantor gubernur Kepri Dompak. Apri sempat berusaha dikonfirmasi wartawan, Namun dalam kesempatan itu, Bupati Bintan ini enggan memberi keterangan dan pergi dengan mobil dinasnya meninggalkan awak media.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...