Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Digeledah KPK, Sejumlah Pejabat BP.Kawasan Bintan Baru Masuk Kantor

Tim KPK saat menggeledah kantor BP.Kawasan Bintan (foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kantornya digelerdah tim KPK, sejumlah pimpiman dan pejabat Badan Kawasan (BP) Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB) Bintan berdatangan.

Sejumlah pejabat Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan di jalan Tanjung Uban KM 16 Toapaya Kabupaten Bintan ini, baru masuk kantor setelah setengah jam tim KPK masuk dan datang melakukan penggeledahan, Senin (1/3/2021).

Sejumlah pejabat Bintan yang baru datang itu antara lainya, Kepala BP.Bintan, Umar Saleh, Anggota II BP. Kawasan Bintan Yurios Iskandar dan Kepala Bidang Hukum dan Humas BP.Kawasan Bintan Alfeni Harmi.

Pantauan di Kantor BP.Kawasan Binta, seorang tim KPK dengan menggunakan rompi warna krem bertuliskan KPK dibelakangnya melakukan penggeledahan diruangan perizinan.

“Itu ruangan perizinan kalau yang dilantai pertama,” kata Satpam BP.Kawasan Bintam, Ischak, Senin(1/3/2021).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan (Sidik) dugaan korupsi pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Sebelumnya berdasarkan hasil analisis dan kajian Direktorat Litbang Satgas Keuangan KPK. Direktur Litbang KPK Wawan Wardiana menyampaikan, total potensi cukai rokok yang hilang pada periode 2018 hingga 2024 bisa mencapai Rp27 triliun.

Angka tersebut berasal dari nilai pembebasan CHT dari lima KPBP yakni Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Batam, dan Sabang.

Pada tahun 2018 kuota rokok di wilayah BP-KPBPB Batam mencapai 995.942.569 batang. Sementara jumlah penduduk umur 10 tahun ke atas yang merokok hanya 962.657 Jiwa.

Dengan jumlah kuota itu, maka angka virvelensi perokok di kota Batam mencapai 28,58 persen, dengan konsumsi rokok non cukai 3,620 batang per tahun atau sama dengan 33 batang rokok per hari atau 2-3 bungus per hari.

Di Kawsan Bintan, jumlah kuota rokok bebas cukai tahun 2018 sebanyak 451.228.800 batang, sementara jumlah masyarakat perokok umur 10 tahun ke atas hanya 120,963 jiwa, Dengan jumlah itu, maka penduduk Bintan mengkonsumsi 13.760 batang rokok non cukai di kawasan FTZ per tahun dan jika diperhitungkan, per hari masyarakat Bintan mengkonsumsi 126 batang rokok per hari atau 7 sampai 8 bungkus per hari.

Kota Tanjungpinang, Jumlah kuota rokok untuk masyarakat di kawasan FTZ Dompak dan Senggarang pada 2018 sebanyak 904.480.000, sementara jumlah penduduk perokok di Tanjungpinang hanya 7.000 Jiwa, dengan besaran kuota rokok itu, maka masyarakat kota Tanjungpinang mengkonsumsi 129.211 batang rokok per orang per Tahun atau 1.180 batang per hari, atau sama dengan 8-9 bungkus per hari dengan per hitungan (16 batang per bungkus).

Karimun Jumlah kuota rokok tahuyn 2018 sebanyak 147.400.000 Batang, sedangkan jumlah masyarakat perokok di kawasan FTZ Karimun 179.536 jiwa, Dengan besaran kuota jumlah rokok itu, makada dalam setahun masyarakat Karimun mengkonsumsi 3,422 batang rokok non cukai per tahun, atau 31 batang per hari atau 2-3 bungkus per hari.

Wawan mengungkapkan pembebasan cukai rokok di lima Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB) Bintan itu dari 2019-2024, bisa mencapai kjerugian Rp27 triliun cukai rokok kalau dihitung secara eksponensial.

Anehnya, kendati pada 17 Mei 2019 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah mencabut fasilitas cukai tersebut melalui nota dinas yang salah satunya nomor ND-466/BC/2019, Namun aktivitas pemasukan rokok Kawasan Bebas Cukai masih terus belangsung.

Infromasi yang diperoleh media, suburnya pemasukan rokok bebas cukai Khusus Kawasan Bebas Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun ini, diakibatkan adanya “Setoran” pada pemberi izin kuota rokok termasuk pejabat di daerah tersebut.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...