Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Lima Hektar Lahan di Belakang Sidi Mantang Ludes Terbakar, Camat : Dipadamkan Secara Gotongroyong

Warga bersama aparatur Kecamatan Mantang memadamkan kobaran api di Kampung Belakang Sidi. (Foto: Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bintan. Kali ini lahan seluas 5 hektare (Ha) di Kecamatan Mantang yang ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.

Camat Mantang, Siti Zaina membenarkan adanya karhutla di wilayah kerjanya. Kejadiannya pada Senin (1/3)2021) siang dan lokasinya tepat berada di Kampung Belakang Sidi, Desa Mantang Baru.

“Untuk penyebab kebakarannya kami kurang tau. Namun lahan yang terbakar luasnya kurang lebih 5 Ha,” ujar Siti, kemarin.

Banyak kendala yang dialami dalam memadamkan kobaran api tersebut. Sebab ketersediaan sarana dan prasarana khusus pemadaman kebakaran sangat kurang di wilayah ini.

Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis bisa mengatasi masalah tersebut. Karena masyarakat berhasil memadamkan kebakaran itu dengan cara gotongroyong.

“Saat itu pemadaman kebakarannya secara gotongroyong dengan menggunakan alat seadanya. Alhamdulillah bisa teratasi,” jelasnya.

Siti mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengam cara dibakar. Lalu tidak membakar sampah sembarangan apalagi sampai menyebabkan karhutla. Karena jika itu semua dilakukan akan ada sanksi pidananya.

Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Pasal 78 Ayat 3 menegaskan pembakaran hutan dengan sengaja akan dijerat kurungan penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Kemudian pada Ayat 4 dijelaskan jika akibat kelakuannya terjadi kebakaran hutan maka dijerat pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 milar.

“Sesuai Pas 108 UU PPLH, bagi pelaku pembakaran lahan diancam pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda Rp 3 sampai 10 miliar. Jadi jangan coba-coba membakar hutan dan lahan,” ucapnya.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa

Comments
Loading...