Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Warga Lapor Kapolri Tersangka Narkoba Riki Dilepas, Ini Jawaban Polres Tanjungpinang

Tersangka Lr alias (Leo Riki) saat ditangkap dan ditetapkan Polisi sebagai tersangka narkoba dengan status ketergantungan Narkoba. (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Sebuah pesan di group sosial media Info Tanjungpinang tersebar, laporan warga ke Kapolri dan Kapolda Kepri, atas kinerja Satnarkoba Polres Tanjungpinang yang diduga melepas seorang tersangka Narkoba bernama Riki karena membayar Rp.500 juta.

Dalam pesan itu, juga dikatakan, Masyarakat ingin memberi kritikan terhadap kinerja Satnarkoba Polres Tanjungpinang, yang diduga melepas dan menerima dana dari tersangka narkoba tersebut.

“Pada bulan Februari 2021, pihak satnarkoba Tanjungpinang melepaskan tahanan negara yang sering dipanggil Riki Pasir. Riki itu ditangkap dengan barang bukti 3 pil ekstasi dan lainya, setelah tes urin positif. Dikabarkan karena membayar Rp.500 juta, akhirnya dilepas,” sebut warga itu di sosial media.

Atas dasar itu, warga bertanya, dan meminta agar Kapolri dan Kapolda Kepri menindak Satnarkoba Polres Tanjungpinang dan jangan masayarakat yang bersalah di duitkan.

Kepada Kapolri dan Kapolda Kepri, warga ini juga meminta maaf jika bahasa lapornya kurang sempurna dan meminta agar ditindak lanjuti untuk perbaikan kinerja Kepolisian.

Polisi Bantah Lepas Tersangka Narkoba Karena Bayar Sejumlah Uang

Menanggapi hal itu, Kasat narkoba Tanjungpinang AKP.Ronny B membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka Lr (Leo Riki) tersebut. Namun Ronny membantah jika yang bersangkutan dilepaskan karena membayar sejumlah uang.

“Hingga saat ini proses penyidikan terhadap tersangka tetap dilanjutkan dan telah memasuki tahap I, berkas telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang,” ujar Ronny saat dikonfrimasi PRESMEDIA.ID, Selasa (2/3/2021).

Kronologis penangkapan lanjut Ronny, didasakan atas laporan masyarakat terhadap seorang laki-laki inisial Lr (Leo Riki) yang diduga sebagai pengguna narkotika jenis pil ekstasi.

Atas informasi itu, anggota Sat Resnarkoba Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan, dan sekitar pukul 00.45 Wib Minggu (7/2/2021) anggota Satresnarkoba menemukan tersangka yang sedang mengedarai mobil dan berhenti di Jalan Brigjen Katamso Kota Tanjungpinang.

Saat turun dari mobil, laki-laki tersebut langsung diamankan dan disaksikan satu orang saksi, juga dilakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan satu buah tas warna coklat yang di dalamnya terdapat 2 setengah butir pil diduga ekstasi warna abu-abu merk kenzo yang dibungkus plastik bening.

“Lr mengakui, jika barang tersebut adalah miliknya. Kemudian tersangka dibawa ke kantor Polres Tanjungpinang guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Terhadap tersangka, juga dilakukan tes urine dengan hasil positif Amphetamine. Dari hasil pemeriksaan, Polisi selanjutnya menetapkan Lr (Leo Riki) sebagai tersangka dengan ketergantungan narkotika.

Hal itu lanjut Rony, berdasarkan hasil assesment tim terpadu (TAT) di Kantor BNNK Tanjungpinang pada Selasa, (16/2/2021), Tersangka Lr juga direkomendasikan untuk menjalani Rehabilitasi Rawat Inab di Loka Rehabilitasi BNN Propinsi Kepri di Batam dan proses Hukum dilanjutkan.

“Rekomendasi Tim Assessment Terpadu (TAT) itu tertuang didalamn berita acara penyelenggaraan assessment terpadu bagi penyalahguna narkotika Nomor: BA/03/II/KA/RH.06.02/2022/BNNK tanggal 16 February 2021,” sebutnya.

Hal itu juga sesuai dengan Pasal 54 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, kemudian Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI, Menkumham RI, Kapolri, Kepala BNN RI, serta Surat Edaran Kabareskrim Nomor: SE/01/II/2018/Bareskrim tanggal 11 Februari 2021 tentang Petunjuk Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkotika Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika.

Atas rekomendasi itu sebutnya, selanjutnya penyidik bersama pihak keluarga dan kuasa hukumnya, membawa tersangka ke Loka Rehabilitasi BNN Propinsi Kepri di Batam pada Rabu, (17/2/2021).

Sedangkan poroses hukumnya, hingga saat ini terus dilanjutkan dengan penetapan tersangka dan dijerat dengan pasal 127 ayat (1) huruf a jo Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Jadi tidak benar tersangka kami lepas dan proses hukumnya dihentikan. Saat ini proses penyidikan terhadap tersangka telah memasuki tahap I dan berkas telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi/Roland 
Editor  : Redaksi

Comments
Loading...