Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Rukiah Gugat PT.BAI dan Ahli Waris Peng Hok Rp.30 M

*PH PT.BAI: Surat Penggugat Tidak Terdaftar

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN-Tipikor) Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kijang, menggugat PT.Bintan Alumina Indonesia (BAI) dan ahli waris Peng Hok Rp.30 miliar.

Gugatan diajukan ke PN Tanjungpinang, melalui kuasa hukumnya Bakhtiar Batubara SH atas Perbuatan melawan hukum terhadap penguasaan oleh PT.BAI, dan penjualan lahan milik keluarganya seluas 19,400 meter persegi Peng Hok di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan.

Kuasa Hukum Rukiah, Bakhtiar Batubara SH mengatakan, gugatan perdata atas lahan milik keluarga Rukiah itu, awalnya didasari peminjaman surat oleh Peng Hok, dan penguasaan lahan oleh PT.BAI tanpa izin dan ganti rugi.

Sebelumnya kata Bakhtiar, keluarga Rukiah yang memiliki lahan kebun seluas 19,400 meter persegi di Rt 19/Rw 07 Tanjung Tangkap desa Gunung Kijang kecamatan Bintan timur Bintan itu bertetangga dengan almarhum Peng Hok.

“Sekitar bulan September 2018, Peng Hok (Almarhum) mendatangi rumah Rukiah, dengan maksud meminjam surat asli tahan penggugat, dengan alasan untuk melihat legalitas keabsahan nya di kantor desa dan kecamatan,” ujarnya.

Karena keluarga Rukiah dan Peng Hok (almarhum) sudah lama kenal baik dan bertetangga, hingga pada saat itu keluarga Rukiah memberikan saja surat wajib daftar tanah miliknya dengan alas hak nomor 43/G-7/KWL/1988 yang dikeluarkan kelurahan pada 25 November 1988.

Sayangnya, setelah 2 bulan surat tanah tersebut diberikan keluarga Rukiah, pada November 2018, Peng Hok meninggal dunia.

Keluarga Rukih, lanjut Bakhtiar, juga sudah beberapa kali mendatangi anak Peng Hok sebagai ahli waris, untuk menanyakan dan meminta, agar surat tanahnya yang sebelumnya diambil almarhum dikembalikan.

“Tapi sampai saat ini ahli waris (anak Peng hok-red) hingga saat ini tidak memberinya, dengan alasan tidak mengetahui urusan almarhum Peng hok dengan keluarga Rukiah,” ujar Bakhtiar.

Sementara di lokasi lahan milik-nya, saat ini telah dibangun dan dikuasai PT.BAI. Atas penguasaan dan pembangunan yang dilakukan PT.BAI ini, pihak keluarga Rukiah, juga sudah beberapa kali memberitahukan dan meminta agar lahan miliknya itu diselesaikan secara kekeluargaan, Namun Pihak PT.BAI juga tidak ada respon.

“Atas dasar itu, Klien kami yang merupakan warga biasa ini merasa dirugikan, atas hak surat dan penguasaan lahan miliknya, hingga menggugat PT.BAI dan ahli waris Peng Hok ke PN,” ujarnya.

Adapun total jumlah gugatan yang diajukan, lanjut kuasa Hukum Rukiah, dengan total rp.30 miliar, yang terdiri dari kerugian Moril dan materil serta biaya gugatan yang dikeluarkan penggugat.

“Atas gugatan ini, juga sudah beberapa kali dilakukan hakim mediator mediasi, tetapi niat dan itikad baik dari tergugat I dalam hal ini PT.BAI dan Tergugat II ahli waris Peng Hok tidak ada,” ujarnya.

Atas dasar itu, lanjut Bakhtiar, dengan bukti dan saksi serta warga yang mengetahui bahwa Rukiah merupakan pemilik lahan tersebut, telah dipersiapkan dalam pemeriksaan perkara di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Di Tempat terpisah, Kuasa Hukum PT.BAI Tommy SH mengatakan, membenarkan adanya gugatan perdata yang diajukan Rukiah sebagai penggugat.

Hal itu kata Tommy, diawali somasi yang dilakukan penggugat kepada kliennya, Santony sebagai Direktur PT.BAI, berdasarkan bukti surat kepemilikan yang diklaim.

“Tapi setelah kami check dan tanyakan ke kantor desa, surat tersebut dinyatakan tidak teregister di buku Induk Pertanahan,” ujarnya.

Tommy juga mengakui, saat ini kalinya sebagai pemilik investasi di PT.BAI menguasai lahan di Tanjung Tangkap atas ganti rugi yang sudah dilakukan pada masyarakat, berdasarkan surat kepemilikan lahan yang jelas.

“Dari daftar surat ganti rugi atas lahan yang dilakukan perusahaan di Tanjung Tangkap desa Gunung Kijang, tidak satu pun ditemukan surat atas nama Rukiah, dan sampai saat ini, pihak PT juga tidak tahu dimana lokasi lahan yang dimaksudkan penggugat,” ujarnya.

Namun demikian lanjutnya, karena perkara gugatan sudah masuk ke PN, dan mediasi yang dilakukan beberapa kali juga gagal, maka pihak perusahaan menyatakan akan melayani gugatan penggugatan dengan upaya-hukum sebagai mana mestinya.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...