Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga

Adik Aniaya Abang Dipenjarakan, Ibu Asal Lingga Ini Menangis Minta Anaknya Berdamai

Didampingi Penasehat hukumnya, Ibu SK dari Lingga ini imenangis saat menjelasakan kejadian pertengkaran kedua anaknya (foto:Roaland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sk (71) seorang ibu asal Dabo Singkep Lingga, menangis memohon agar dua anaknya Fl dan Oe berdamai dan saling memaafkan, atas perkelahian yang dilakukan keduanya hingga berujung ke proses hukum di pengadilan dan Penjara.

Kepada anak sulungnya Fl, ibu dengan delapan anak ini meminta, anaknya yang sulung Fl, mencabut tuntutannya dan memafkan adiknya Oe, anak bungsunya yang kini dibui di Rutan Dabosingkep Lingga.

Hal itu dikatakan Sk ke Media didampingi tiga penasihat hukumnya, yakni Mohammad Indra Kelana SH, Rizal Solihijn Simatupang SH dan Rifaldi SH saat menggelar pers rilis di Tanjungpinang, Sabtu (6/3/2021).

Kepada media, wanita yang sudah lanjut usia ini mengaku, sangat menyayangkan kedua anaknya itu, berselisih dan tidak akur satu sama lain.

Baca Juga

”Mari selesaikan dengan baik-baik, Cabut tuntutan abang (FL, red) dan adik (terdakwa OE, red) minta maaf dengan abang. Tidak harus sampai ke penjara seperti ini,” kata SK sambil menangis.

Lebih lanjut, Ibu ini juga menyampaikan, dimasa tua dan sepeninggal suaminya, Dia hanya ingin melihat anak-anaknya akur, damai dan sejahtera.

”Belum setahun ayah kalian meninggal, ayah juga berharap kalian anak-anakku hidup rukun, damai dan bahagia. Coba dipikir apa kata almarhum papa kalian,” singkat ibu ini.

Sementara itu, penasehat hukumnya Mohammad Indra Kelana SH, mengatakan kejadian antara abang dan adik itu sebenarnya hanyalah masalah keluarga yang sama-sama dibarengi emosi.

“Fl yang merupakan abang, melapor Oe adiknya ke Polisi atas perbutan adiknya yang memukulnya. Hingga kasus itu sampai ke PN Tanjungpinang,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Rizal Solihin Simatupang menambahkan, sebagai seorang ibu, tentu ia ingin mencurahkan segala isi hatinya dan meminta kedua anaknya berdamai dan tidak saling bertengkar.

“Kita pun berharap, kasus ini dilakukan restorative justice oleh kejaksaan. Sehingga, tidak perlu ada yang di tahan dan sampai ke persidangan. Jadi kita berharap, kakak beradik ini membicarakan secara kekeluargaan,” papar Rizal.

Sementara itu, dari SIPP PN Tanjungpinang, kejadian penganiayaan dengan nomor perkara 65/Pid.B/2021/PN Tpg itu, saat ini sudah berproses di Pengadilan.

Dari kronologis kejadian, penganiayaan yang dilakukan Oe, berawal ketika terdakwa yang saat itu mabuk (dibawah pengaruh minuman alkohol-red) melihat video di Handphonnya, Fl yang merupakan abangnya marah-marah sambil menunjuk-nunjuk altar alamarhum ayahnya.

Rekaman video itu, merupakan kejadiaan di rumah mamaknya ketika ayahnya meinggal di Jalan Pertanian RT 3 RW 5, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Lingga, Pukul 18.00 WIB, Rabu 16 Desember 2020 silam.

Emosi dengan sikap abangnya itu, Oe akhirnya mendatangi Fl ke rumahnya. Sesampainya disana, Oe mengambil batu dan langsung melempar pintu rumah abangnya. Tetapi saat itu yang keluar dari rumah adalah Acu dan bukan abangnya. Karena saat itu abangnya sedang pergi dan tidak ada dirumah, akhirnya Oe pun pulang.

Namun tidak berapa lama kemudian, terdakwa kembali mendatangi rumah korban, dengan menggunakan mobil Kijang Toyota (Pick Up).

Ketika melihat Fl abangnya saat itu ada, Oe langsung memutar mobilnya dan masuk ke dalam rumah Fl dengan menabrak mobil Toyota Rush milik Fl (abangnya). Akibatnya, kaca pintu belakang mobil Fl pecah dan ban serep rusak.

Setelah menabrak mobil milik abangnya, Oe juga mengambil sebatang kayu dan memukuli Fl dibagian kepala sebelah kiri. Bahkan, saat itu korban terjatuh, Oe kembali menendang hingga korban tidak berdaya. Setelah melampiaskan amarahnya, Oe pun pergi meninggalkan korban.

Atas perbutannya, akhirnya korban Fl melaporkan Oe ke Polisi, selanjutnya Polisi menetapkan Oe sebagai tersangka. Dari penyidikan Polisi tersebut, selanjutnya berkas perkara dilanjutkan ke Jaksa dan disidangkan di PN.

Oe yang saat ini berstatus Terdakwa, diancam dengan dakwaan berlapis melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dan dakwaan kedua diancam dengan asal 406 ayat 1 KUHP pengrusakan.

Penulis: Roland
Editor  : Redaksi

Comments
Loading...