Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Laporannya di SP3 Polisi, Komalasari Praperadilkan Polres Tanjungpinang

Ilustrasi Hakim Saat Menjatuhkan Putusan.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Tidak terima laporannya dihentikan, melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Polisi.

Komalasari mengajukan permohonan praperadilan terhadap Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang ke Pengadilan.

Gugatan permohonan praperadilan Komalasari, terdaftar di PN Tanjungpinang dengan register perkara nomor: 1/Pid.Pra/2021/PN Tpg pada Rabu, 24 Februari 2021.

Dalam permohonanya, Komalasari mengatakan bahwa pada 24 Februari 2009, pihaknya telah melaporkan dugaan Penggelapan dan penipuan yang terjadi pada Januari 2009, dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan No.Pol: STPL/34/K/II/2009 Ke Polres Tanjungpinang.

Atas laporan itu, Pemohon sebagai korban, juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik Polisi.

Untuk memperkuat laporannya dan atas permintaan penyidik Polisi, Pemohon juga mengaku telah membawa dan memberikan sejumlah bukti surat atas kasus yang dilaporkan.

“Tetapi setelah bertahun-tahun, Laporan dugaan tindak pidana yang kami laporkan di Polres Tanjungpinang dihentikan,” ujar Komalasari dalam postisa atau uraian permohonannya.

Selain itu, dalam permohonan praperadilanya terhadap Polisi, Komalasari juga menguraikan sejumlah aturan yang menjadi alasan permohonan mempraperadilkan Penyidik Polisi. Seperti Perkap Kapolri, PP, UU dan KUHAP, bahkan arahan Menkopolhukam Mahfud MD dan Kapolri.

Selanjutnya, atas uraian itu, Pemohon meminta hakim PN Tanjungpinang, agar menyatakan penghentian Penyidikan terhadap Laporan Polisi No.Pol; STPL/34/K/II/2009 yang dilaporkanya di Polres Polres Tanjungpinang adalah tidak sah.

“Menyatakan Termohon (Polres Tanjungpinang) untuk melanjutkan proses hukum STPL No.Pol;STPL/34/K/II/2009 Tanggal 24 Februari 2009, dan penetapan tersangka sebagai tindak lanjut laporan,” pintanya.

Memerintahkan kepada termohon untuk melanjutkan ke Penuntutan berdasarkan surat Penetapan tersangkak tersebut. Membebankan buaya yang timbul dalam perkara itu kepada Negara.

Jadwal sidang praperadilan yang diajukan pemohon ini akan dimulai pada Senin (8/3/2021) besok, sebagai mana yang telah diagendakan Pengadilan Negeri di dalam SIPP PN Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP.Fernando melalui kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Rio Reza Perindra membenarkan adanya permohonan tersebut.

Atas permohonan praperadilan itu lanjutnya, Polres Tanjungpinang akan menjalani sebagaimana prosesnya.

“Ia, nanti kita jalani prosesnya,” singkat Rio.

Penulis :Redaksi
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...