Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Hakim PN Tanjungpinang Putus Verstek Gugatan Perdata Tersangka Korupsi Mantan Dirut BUMD Bintan

Humas PN Tanjungpinang Eduard P Silaho SH.(Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, putus Verstek gugatan perdata yang diajukan mantan Direktur BUMD Bintan 2015-2018 Risalasi.

Putusan dibacakan Majelis Hakim Boy Syailendra didampingi Hakim Anggota Novarina Manurung dan M. Sacral Ritonga di PN Tanjungpinang, Senin (8/3/2021).

Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Eduard P Sihaloho, juga membenarkan Putusan Verstek perkara gugatan nomor 102/Pdt.G/2020/PN Tpg yang diajukan mantan direktur PT. Bintan Inti Sukses (BIS) Risalasi itu.

Kepada Media, Eduard mengatakan, putusan dijatuhkan Majelis Hakim PN secara Verstek dengan amar tidak dapat diterima.

“Putusannya menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima secara verstek,” kata Eduard, Senin(8/3/2021).

Menghukum penggugat, untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 505 ribu.

Putusan verstek, merupakan putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim tanpa hadirnya tergugat, tanpa alasan yang sah, meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut. Putusan verstek merupakan pengecualian dari acara persidangan biasa sebagai akibat ketidakhadiran tergugat atas alasan yang tidak sah.

Sebelumnya, penggugat yang merupakan mantan direktur BUMD, PT.Bintan Inti Sukses (BIS) ini, menggugat Direktur CV. Multi Coco Organik Ady Indra Pawennari atas dana BUMD yang dipinjamkan dan belum dibayarkan ke PT.BIS.

Dalam gugatan, penggugat meminta untuk menghukum Tergugat untuk melakukan memenuhi prestasinya sebesar Rp.700 juta. Menyatakan tindakan Tergugat yang tidak menjalankan isi perjanjian yang telah disepakati bersama merupakan perbuatan ingkar janji (wanprestasi).

Menghukum Tergugat mengganti kerugian Penggugat secara Materil Rp. 700 ratus juta. Menghukum Tergugat untuk menjalankan putusan ini dengan menyatakan keputusan ini segera dapat dijalankan dengan serta merta walaupun ada verzet, banding atau kusasi (uitvoerbaar bij voorraad).

Menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah),- /sehari setiap kali ia lalai memenuhi isi putusan tersebut terhitung sejak putusan diucapkan. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...