Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Hakim Tunda Pembacaan Vonis 12 Terdakwa Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Minggu Depan

Sidang penundaan Putusan Vonis 12 Terdakwa Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit di PN Tanjungpinang (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, menunda putusan vonis 12 terdakwa dugaan korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bauksit di Bintan.

Penundaan pembacaan putusan, disampaikan Majelis Hakim Guntur Kurniawan didampingi 4 hakim anggota lainya, dalam sidang virtual Selasa (18/3/2021).

Guntur mengatakan, sidang pembacaan putusan terhadap 12 terdakwa korupsi IUP-OP tambang Bauksit itu terpaksa di tunda karena draft putusan belum selesai.

Majelis lanjut Guntur, sudah berusaha menyelesaikanya, namun belum juga rampung.

“Jadi untuk putusan, kita agendakan dibacakan pada 18 Maret 2021 mendatang,” katanya disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU ) dan Penasehat Hukum dari seluruh terdakwa.

Dengan demikian persidangan kembali ditunda pada Kamis (18/3/2021) mendatang.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan tinggi Kepri, menuntut 12 terdakwa korupsi IUP-OP tambang Bauksit dengan hukuman 5 sampai 14 tahun penjara. Selain hukuman pokok, masing-masing terdakwa juga dituntut denda dan mengembalikan Uang Pengganti (UP) dari Rp.32,4 milliar kerugian negara.

Jaksa menyatakan, ke 12 terdakwa terbukti bersalah menyalahgunakan jabatan untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain, dalam pengeluaran IUP-OP tambang bauksit serta penambangan material bauksit di Bintan.

Ke 12 terdakwa lanjut Jaksa, terbukti melanggar pasal 2 Juncto Pasal 18 nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KHUP dalam dakwaan Primer.

Berikut tuntutan hukuman dan tuntutan Uang Pengganti (UP) yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum kepada 12 terdakwa korupsi IUP-OP Tambang Bauksit di Bintan.

1.Terdakwa Dr Amjon M.Pd (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019. Dituntut 14 tahun penjara denda Rp500 juta subsider 5 bulan penjara dan tanpa Uang Pengganti (UP).

2.Terdakwa Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau. Dituntut 13 tahun dan 6 bulan penjara, denda sebesar Rp500 juta dan subsider 5 bulan kurungan dan tanpa Uang Pengganti (UP).

3.Terdakwa Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa. Dituntut 8,6 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp8,2 miliar. Jika tidak dikembalikan, diganti dengan hukuman 4 tahun penjara dan 3 bulan kurungan.

4.Bobby Satya Kifana, ASN Pemko Tanjungpinang, merupakan Perseroan Komanditer (Komisaris) di CV.Buana Sinar Katulistiwa. Dituntut 8,6 tahun penjara dan denda Rp500 juta, subsider 5 bulan kurungan penjara.
Mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp8,2 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 4 tahun penjara dan 3 bulan kurungan.

5.Terdakwa Harry E Malonda (66), Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, Dituntut 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara dari yang di korupsinya sebesar Rp7,1 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

6.Terdakwa Sugeng (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat. Dituntut 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara dari yang di korupsi Rp7,1 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 9 bulan kurungan penjara.

7.Terdakwa Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukses. Dituntut 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp1,7 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

8.Terdakwa M.Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari. Dituntut 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang pengganti dari dana yang dikorupsinya sebesar Rp2,5 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan.

9.Terdakwa Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi dituntut 6 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Terdakwa Djalil juga dituntut mengganti uang pengganti kerugian negara sebesar Rp800 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 3 bulan kurungan penjara.

10.Terdakwa Junedi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri,dituntut dengan hukuman 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp1 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

11.Terdakwa M.Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero PT.Tan Maju Bersama Sukses di Tanjungpinang dituntut dengan tuntutan 5 tahun dan 6 bulan kurungan penjara serta subsider 200 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Selain itu, terdakwa juga dituntut mengganti uang pengganti atau kerugian negara dari dana yang di korupsinya sebesar Rp613 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 2 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

12.Terdakwa Arif Rate dituntut dengan hukuman 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) dari keuntungan tambang illegal dan merugikan keuangan negata sebesar Rp2,3 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 9 bulan kurungan penjara.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...