Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Animo Masyarakat Kepri Untuk Divaksin Covid-19 Sangat Tinggi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Bisri. (foto: ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Animo dan keinginan masyarakat Kepri untuk divaksin Covid-19 sangat tinggi.

Hal itu menyusul maraknya warga yang datang dan meminta langsung ke Dinas Kesehatan, mempertanyakan kapan gilirannya mendapat jatah vaksinasi covid-19 itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Muhammad Bisri mengungkapkan, tingginya animo masyarakat Kepri untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 ini, membuat pihaknya meminta bersabar, dan menjelaskan program vaksinasi covid-19 dilakukan secara bertahap.

”Antusiasme masyarakat luar biasa, banyak yang bertanya, kapan giliran mereka divaksin, dan kita beri pengertian harus sabar menunggu,” kata Muhammad Bisri menjawab PRESMEDIA.ID, Senin (8/3/2021)..

Hal ini, lanjut Bisri, menandakan kesadarkan masyarakat semaki tinggi, dan berita hoax tetang vaksin yang diramatisir sedemikian rupa kalah, dengan bukti, ketika suddah divaksin tidak ada kasus dan orangnya tetap sehat, maka membuat kepercayaan masyarakat menjadi tinggi

Bisri menambahkan, kendala yang dihadapi saat ini adalah menyangkut kuota vaksin yang diterima Pemerintah provinsi Kepri dari pusat yang belum memadai, karena adanya pembagian jatah dan dilakukan secara bertahap.

Untuk tahap pertama lanjutnya, Kepri sudah mendapat sebanyak 265 ribu dosis vaksin. Dari jumlah itu, hingga saat ini baru 16 ribu dosis vaksin yang diterima dari Kementerian Kesehatan pusat dan telah dibagikan ke 7 kabupaten/kota di Kepri.

”Mudah-mudahan minggu kedua bulan Maret ini, dijadwalkan kita akan menerima lagi 16 ribu vaksin yang akan datang,” harap Bisri.

Bisri menegaskan, 265 ribu dosis vaksin pertama, diperuntukan bagi Nakes, TNI dan Polri, serta aparatur pelayanan dan Pemuka agama.

Sedangkan untuk tahap II, kembali diperuntukan bagi aparat TNI-Polri, unsur lansia, pelayan publik dan itu membutuhkan sekitar 265 ribu dosis.

”Untuk tahap ketiga nanti, peserta vaksinasi dari kalangan pemegang kartu BPJS serta masyarakat umum. Itu jumlahnya mencapai satu jutaan Dosis. Tapi ini akan dibagi dua termin. Pertama untuk 500 ribu orang, kemudian keduanya 500 ribu peserta lagi,” rinci Bisri.

Lebih jauh, Bisri menjelaskan, setelah vaksinasi berjalan secara global, kasus positif covid-19, kini menunjukan tren penurunan. Bahkan, ada sejumlah negara yang belum kebagian vaksin.

”Contoh India, dari kasus sebelumnya mencapai 100 ribu positif per hari, setelah melakukan vaksinasi turun menjadi 11 ribu kasus. Begitu juga Indonesia telah mengalami penurunan jauh. Untuk Kepri, Posisinya saat ini sama seperti pada bulan April 2020 lalu,” ujarnya dengan nada serius.

Makanya, imbuh Bisri, ada rumor bahwa pada bulan Agustus kasus covid-19 di negara kita sudah selesai.

”Kita berharap mudah-mudahan begitu. Jika vaksinasi berhasil, protokol kesehatan jalan, maka mudah-mudahan target bulan itu tercapai,” harapnya lagi.

Lebih lanjut Bisri menekankan, bahwa masyarakat perlu mengetahui perbedaan antara protokol kesehatan (prokes) ini dengan vaksinasi.

”Karena vaksinasi ini cuma meningkatkan kekebalan tubuh dan bukan mencegah penularan. Untuk mencegah penularan covid, Kita harus tetap patuh dan menjalankan Protokoler Kesehatan (Prokes) secara ketat, dan hal ini, juga perlu dipahami masyarakat kita,” demikian Bisri.

Penulis: Redaksi
Editor  : Redaksi

Comments
Loading...