Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ansar Targetkan Ekonomi Kepri Tumbuh 1,53 Persen Hingga Akhir Tahun

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat Rakor bersama Kemenko Kemaritiman dan Investasi sekaligus peluncuran pungutan jasa labuh jangkar di enam titik lokasi di Kepri, berlangsung di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Selasa (9/3/2021). (foto: ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mentargetkan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 ini sebesar 1,53 persen.

Hal tersebut disampaikannya saat rapat koordinasi bersama Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Monev) sekaligus peluncuran pungutan jasa labuh jangkar area Pulau Nipah, Kabil Selat Riau, Berakit, dan Karimun di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Selasa (9/3/2021).

“Hitung-hitungan kami dengan investasi yang terus berjalan, serapan APBD, UMKM, dan faktor pendorong lainnya, Insya Allah pertumbuhan ekonomi Kepri hingga akhir 2021 mencapai angka 1,53 persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini sangat patut dipahami ekonomi Kepri pada masa pandemi mengalami kontraksi. Bahkan, sempat menyentuh angka minus 6 persen, dan hingga akhor tahun 2020 hanya tumbuh minus 3,80 persen.

Namun demikian, dirinya optimis pada tahun ini ekonomi akan bertumbuh. Hal tersebut dilihat dari upaya-upaya investasi yang terus berjalan, potensi pendapat baru dari labuh jangkar yang juga mulai akan dipungut, serta geliat UMKM yang mulai bergerak stabil.

“Bahkan, jika COVID-19 cepat berlalu ditambah lagi dengan pintu pariwisata kembali dibuka untuk wisatawan mancanegara (wisman) ekonomi Kepri bisa bertumbuh positif hingga 3 persen pada tahun 2021 ini,” kata Ansar.

Mantan Bupati Bintan dua periode ini menambahkan, retribusi jasa labuh jangkar ini merupakan sumber pendapatan baru bagi PAD Kepri. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat berupaya semaksimal mungkin agar retribusi ini bisa dikelola dengan baik.

Tak tanggung-tanggung, Ansar merincikan, untuk 6 titik yang telah diluncurkan ini, diargetkan pendapatan dari retribusi jasa labuh jangkar ini mencapai Rp700 juta per hari atau sekitar Rp200 miliar per tahun.

“Saya yakin itu bisa dicapai. Kami menaruh harapan besar terhadap seluruh pihak mendukung upaya pada sektor ini. Karena, prinsipnya membangun daerah sama dengan membangun negara, jika daerah ini kita perkuat maka dapat menunjang kekuatan negara,” demikian Ansar.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...