Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kendalikan Narkoba Dari Balik Sel, WBP Lapas Narkotika Tanjungpinang Divonis 10 Tahun Penjara

Dua terdakwa narkoba Jaringan Lapas di Hukum 9 dan 7 tahun penjara (foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kendalikan penjualan narokba sabu dari balik sel melalui isterinya. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Tanjungpinang, terdakwa Hasan kembali divonis 10 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Sementara isterinya, Nurhawa dan rekanya Winston alias Apek bersama Heri Alias Hendri, divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Ke empat terdakwa itu, divonis Majelis Hakim, M. Djauhar didampingi Hakim Anggota, Risbarita dan Topan Patimura di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (9/3/2021).

Dalam putusannya, Hakim enyatakan, keempat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana dakwaan pertama melanggar pasal 114 Ayat 1 Jo Pasal 132 Ayat 1 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman kepada Nurhawa, Heri dan Winston masing-masing dengan hukuman 6 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan,” kata Djauhar.

Sedangkan terdakwa Hasan dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Hukuman terdakwa Nurhawah, lebih ringan dari tuntutan JPU Tri SH yang sebelumnya dituntut 8 tahun penjara, sedangkan Winston dan Heri dituntut 7 tahun penjara, denda masing-masing Rp 1 miliar susbsider 4 bulan kurungan.

Barang bukti narkoba jenis sebau sabu sebanyak 6 paket kecil dengan berat deluruhnya 0,45 gram dan 3 unit hanphone merk samsung dan xiomi dirampas untuk dimusnahkan.

Dalam dakwaan JPU, ke tiga terdakwa ditangkap pada saat terdakwa Hasan yang merupakan narapidana di Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang KM 18  Bintan memesan narkotika jenis sabu melalui telepon seluler kepada Rudi (DPO).

Selanjutnya, Hasan dan Rudi sepakat, akan memberikan sabu seberat 25 gram dengan harga Rp 15 juta. Pembayaran akan dilakukan Hasan setelah sabu itu laku dijual.

Selanjutnya, pada 27 Agustus 2020, terdakwa Hasan menghubungi terdakwa Winston dengan telepon seluler. Kepada Winston, Hasan memerintahkan untuk mengambil narkotika jenis sabu didalam tong bold yang berada di pinggir Jalan Ganet arah Hantuah Kota Tanjungpinang.

Setelah mendapatkan narkoba itu, kemuidan Hasan memerintahjan terdakwa Winston, untuk pergi ke rumah istrinya Nurhawah di jalan Handoyo Putro Perumahan Lembah Asri untuk menyerahkan 5 paket sabu yang diambilnya Nurhawa.

Tidak berapa lama kemudian, Hasan menghubungi isterinya,  agar menerima narkoba tersebut dari Winston. Dari jumlah Narkoba yang diserahakan, Nurhawa juga diminta untuk memberika 1 bungkus sabu seberat lebih kurang 5 gram dan 1 bungkus sabu seberat 2,5 gram kepada terdakwa Winston.

Sedangkan sisanya, diperintahkan dibungkus kembali, untuk disimpan dirumahnya. Kemudiam terdakwa Hasan kembali memerintahkan terdakwa Winston untuk memberikan 1 paket berisi 5 gram sabu yang diterimanya dari isterinya itu,
kepada terdakwa Heri untuk dijual sebesar Rp 4 juta, di KM 20 Kijang Kabupaten Bintan.

Setelah terjual, kemudian terdakwa Hasan mengirimkan nomor rekening DPO (Rudi) agar mentransper uang hasil penjualan narkoba tersebut.

Namun saat menjual sisa Narkoba yang diperintahakan Hasan, Anggota Satnarkoba Polres Bintan menangkap terdakwa Winston di depan SPBU Km.20 Kijang Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, pukul 15.00 WIB, Rabu(2/9/2020)lalu.

Dari terdakwa Wisnton ditemukan 3 paket sabu yang telah dibuang ditanah. Kemudian polisi langsung melakukan penggeledahan dirumah terdakwa Winston ditemukan 3 paket sabu sehingga berat bersih seluruh 6 paket itu sebanyak 0,45 gram di Jalan Lingjar Wacopek KM 20 Bintan.

Dari penangkapan terdakwa Winston ini, sejanjutnya Polisi menangka dua terdakwa lainya, termasuk isteri Hasan terdakwa Nurhawa.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi 

Comments
Loading...