Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Disebut Seperti “Mencari Mangsa” Warga Keluhkan Razia Lantas Polres Tanjungpinang

Pos Pantau 904 Satlantas Polres Tanungpinang di Lampu merah Km 9 Kosong (Foto:Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Operasi lalu lintas dengan cara mengintip, mengejar dan menyetop warga yang tidak memakai helm di tengah jalan dikeluhkan masyarakat Tanjungpinang.

Warga menyatakan, aktivitas yang dilakukan anggota Satlantas Polres Tanjungpinang itu Seperti “Mencari Mangsa”.

Yn salah seorang warga mengaku, menjadi sasaran, anggota Polisi Lalu Lintas di Lampu Merah Km 9 Tanjungpinang saat menggunakan motor dan membonceng anaknya mengantar cucian dari Km 10 ke sebuah Laundry ke arah pasar.

Namun tiba-tiba di depan lampu merah km 9, seorang anggota Lantas menggunakan motor patroli, mengejar dan memberhentikan motornya di tengah jalan sekitar pukul 11.00 Wib, Rabu (10/3/2021).

Selanjutnya, anggota Polisi lalu lintas itu menanyakan, mana helm satu lagi, dan karena anaknya tidak menggunakan helm yang bersangkutan diminta ke Pos pantau Km 9.

“Saya kaget dikejar dan tiba-tiba disuruh berhenti dan dibilang langgar aturan serta disuruh ke Pos yang disimpang Gapura Bintan Center,” ujarnya pada Media ini Rabu (10/3/2021).

Selanjutnya, ketika Yn berbelok di bundaran Km 8 depan KFC menuju Pos pantau Polisi di Bintan Center, seorang anggota lalu lintas lainya, juga menggunakan motor patroli kembali menyetop Yn dan menggiringnya ke Pos di Lampu Merah itu.

Sayangnya, setelah di Pos pantau lalu Lintas lampu merah simpang Gapura, anggota Lantas yang menggunakan motor dinas jenis bebek itu dan Motor besar itu, pergi begitu saja meninggalkan Yn dan anaknya.

Pantauan PRESMEDIA.ID, sebelum melakukan pengejaran, anggota Polisi Lalu Lintas Polres Tanjungpinang itu sebelumnya berada diatas motor patroli sisi kiri Pos Lantas lampu merah Km 9. Dari atas motor tersebut, terlihat anggota mengamati setiap motor yang lewat. Ketika melihat ada warga menggunakan motor dan tidak menggunakan helm, anggota Polisi lalulintas itu bergegas mengejar pemotor.

Sementara di Pos Lantas Lampu merah Km 9 Tanjungpinang, tidak ditemukan aktivitas operasi razia atau Anggota Polisi yang berjaga dan bertangung jawab dalam pelaksana razia tersebut.

Sejumlah warga yang ditemui di Pos Pantau 904 lalu Linta Km 9, juga mengaku dikejar dan disetop lalu diarahkan ke Pos itu.

“Saya juga tadi dikejar, disetop dan disuruh kesini (Pos-red) karena bonceng anak tidak pakai helm. Kemudian Polisi-nya ambil STNK dan suruh tunggu,” sebut ibu yang namanya enggan disebutkan ini.

Kepada Media, sejumlah warga itu juga mengaku salah, tidak menggunakan helm ganda saat berkendaraan. Namun warga mengaku sangat takut, karena dikejar, dihentikan dan dibawa ke Pos untuk ditilang.

“Sepertinya kita ini menjadi “Mangsa ” yang dikuntit untuk ditilang,” sebutnya.

Bukan Razia, Pengejaran Penghentian dan Tilang Dalam Rangka Gakkum

Kapolres Tanjungpinang AKBP.Fernando yang dikonfirmasi dengan aktivitas anggota Lantas di Pos 904 Km 9 ini mengatakan, jika pihaknya tidak ada melaksanakan operasi razia lalu lintas.

“Kalau ada oknum, namanya siapa kejadianya dimana silakan laporkan ke Polres,” sebutnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP. TF Kennedy mengatakan, kegiatan yang dilakukan sejumlah anggotanya di km 9 Tanjungpinang itu tidak dalam reangka razia. Namun hanya melakukan Gakkum dan jika melihat pelanggaran yang tampak secara kasat mata dan menyebabkan fatalitas kecelakaan.

TF Kennedy juga membantah, anggotanya sengaja mengendap-endap dan “mencari mangsa” dengan cara menguntit, mengejar, menyetop dan meninlang, sebagaimana yang dikatakan warga.

“Kami hanya melakukan pemantauan arus lalu lintas, jika pengendara diberhentikan karena melanggar, tidak menggubris petugas kami akan melakukan penyetopan dan melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Terhadap warga yang melakukan pelanggaran aturan lalu lintas lanjut-nya, akan tetap ditilang dengan pengambilan STNK.

“Kita tidak tolerir jika ada maladministrasi terkait hal ini, karena sekarang sudah online dan hari ini ada 8 orang ditilang tadi,” ujarnya.

Program ETEL Kapolri Belum Berjalan

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol.Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam program 100 hari kerjanya menyatakan, akan mengandalkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional pada Maret 2020. 

Hal ini bertujuan, agar Polisi lalu lintas tidak perlu lagi melakukan tilang di lapangan, apa lagi menguntit, mengejar, dan menyetop serta mengarahkanya ke Pos Polisi berkaca gelap di pinggir jalan.

Sayangnya, program Kapolri ini belum terlaksana di Polres Tanjungpinang, hingga anggota Satlantas Polres Tanjungpinang harus melakukan pengamatan, mengejar, menghentikan dan mengarahkan setiap warga ke Pos Lantas pada setiap warga yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kakorlantas  Polri Irjen Pol.Istiono sebagaimana dikutip dari gridoto.com, mengatakan saat ini pihaknya sedang membentuk Satgas ETLE nasional.

“Satgas ini, akan menyiapkan fasilitas untuk memasang ETLE secara nasional di jalan raya,” ujarnya.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...