Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

BTP Eksplorasi Kawasan Destinasi Wisata Natuna Lewat Pendidikan

Taman Batu Alif merupakan salah satu kawasan destinasi wisata sekaligus ikon khas dari Kabupaten Natuna. (foto: istimewa btp/ presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Batam – Politeknik Pariwisata Batam atau Batam Tourism Polytechnic (BTP) membantu calon wisatawan mengeksplorasi sejumlah kawasan destinasi (tujuan) wisata yang ada di Kabupaten Natuna melalui Pendidikan.

Publik Relation BTP Dewi IK dalam pers rilisnya menyampaikan, terdaapat sejumlah kawasan destinasi wisata alam yang eksotis ada di Kabupaten Natuna.

”Dengan keindahan wisata bahari yang dilengkapi hamparan bebatuan nan memukau, Natuna memiliki peluang pariwisata yang menjanjikan di masa depan. Ada beberapa rekomendasi bagi calon wisatawsan tentang destinasi wisata yang bisa ditemukan di Natuna,” kata Dewi sebagaimana rrilies yang diterima PRESMEDIA.ID.

Kabupaten Natuna lanjutnya, merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau yang terletak di bagian paling utara Selat Karimata. Kabupaten ini merupakan wilayah perbatasan dengan beberapa negara, seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia.

Baca Juga

Akibat Pandemi COVID-19, Wisata Natuna Sepi

”Terletak di jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea, dan Taiwan, Kabupaten Natuna memiliki segudang potensi dan daya tarik pariwisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi,” terang Dewi.

Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Natuna yang elok dan eksotis di Natuna, adalah Taman Batu Alif atau biasa dikenal sebagai Alif Stone Park.

”Taman ini, merupakan salah satu ikon khas dari Kabupaten Natuna. Tidak seperti taman pada umumnya, destinasi wisata satu ini menampilkan keindahan pantai yang dihiasi dengan batuan granit raksasa,” ujarnya.

Nama Alif sendiri, diambil dari kehadiran sebuah batu yang berdiri tegak layaknya huruf hijaiyah Alif yang berarti satu. Taman yang berada di tepi Pantai Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur.

”Taman ini dapat dikunjungi menggunakan mobil atau pun sepeda motor. Dengan waktu tempuh yang berkisar 15 menit dari Kota Ranai, pengunjung pun sudah dapat menikmati sunset atau sunrise yang indah di tempat ini,” terangnya.

Selanjutnya, kawasan wisata Tanjung Datuk, destinasi wisata yang satu ini merupakan kawasan pantai berpasir putih yang didominasi oleh beragam jenis bebatuan. Nama Tanjung Datuk sendiri terinspirasi dari sebuah bongkahan batu berbentuk wajah manusia yang sedang mengenakan tanjak atau topi khas Melayu.

”Karena itu, warga sekitar menyebut tempat ini sebagai Tanjung Datuk.
Salah satu fakta unik dari bebatuan yang ada di Tanjung Datuk ialah proses pembentukannya,” tukas Dewi.

Dewi memaparkan, berdasarkan keterangan dari seorang pejabat Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, bahwa bebatuan di Tanjung Datuk ini merupakan batuan sedimen berlapis yang terbuat di daratan sebagai endapan sungai purba.

”Untuk berkunjung ke Tanjung Datuk, wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan dari Kota Ranai,” ujarnya memperkirakan.

Destinasi wisata Natuna lainnya, adalah Pantai Pasir Marus. Lokasinya terletak di Kecamatan Bunguran Barat, tepatnya di Pulau Sedanau, Pantai Pasir Marus terkenal dengan ombaknya yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai tempat berselancar terbaik di Natuna.

”Tidak hanya itu, pantai ini juga memiliki bentuk yang landai, sehingga wisatawan dapat merasa aman untuk bermain atau berenang di pantainya. Garis pantainya sendiri hanya 500 meter. Namun pantai ini memiliki pasir putih yang bersih,” jelasnya.

Selain itu, tambah Dewi, jernihnya air dan segarnya udara pantai bisa menjadi tempat yang tepat untuk berlibur dan bersantai. Dari Pelabuhan Sedanau, wisatawan dapat mengunjungi pantai ini dengan berjalan kaki selama 10 menit, sembari menikmati aktivitas dan pemukiman penduduk sekitar.

Kawasan wisata eksotis Natuna lainnya adalah Tanjung Senubing. Kawasan ini, merupakan destinasi alam yang berada di pantai timur Kota Ranai Kabupaten Natuna. Di tempat ini, wisatawan dapat melihat keindahan bongkahan batu raksasa, goa bersejarah, hingga pemandangan laut yang menjadikannya sebagai perpaduan yang mempesona.

”Tanjung Senubing akan terasa lebih indah bila kamu melihatnya dari ketinggian bukit Senubing. Meskipun untuk mencapai puncak membutuhkan tenaga yang lebih, namun kamu tidak akan kecewa dengan keindahannya. Umumnya, wisatawan yang datang ke Tanjung Senubing akan bersantai di atas bebatuan sembari menyaksikan keindahan sunset dan sunrise,” ujarnya.

Terakhir, sebut Dewi, yang tak kalah mengagumkan dari destinasi wisata Natuna ini adalah Pantai Batu Kasah. Letaknya di Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan. Garis pantai Natuna yang satu ini termasuk destinasi yang mudah dijangkau dari Kota Ranai.

”Seperti Taman Batu Alif, Pantai Batu Kasah memiliki kekayaan batuan granit yang besar dalam berbagai bentuk dan formasi. Batuan besar yang ada di pantai ini sering dinaiki wisatawan untuk sekadar berpose atau duduk santai menikmati keindahan alam. Pantai ini pun dilengkapi dengan air laut berwarna hijau toska, membuatnya menjadi salah satu destinasi yang patut dikunjungi,” terangnya.

Tak luput, Dewi mengharapkan kepada pihak yang tertarik dan berminat melanjutkan pendidikan tinggi di bidang pariwisata, untuk bergabung dengan keluarga besar Batam Tourism Polytechnic (BTP).

”Kunjungi situs BTP http://www.btp.ac.id untuk informasi tentang pendaftaran, pendidikan politeknik pariwisata dan #FutureTourismStartsHere,” pungkasnya.

Penulis:Redaksi/Rilis BTP
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...