Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

HAK JAWAB: Disebut Karbitan, Pejabat Dinsos Kepri Luruskan Soal Kepangkatan

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang – Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (pskba) Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Yeni Ardianti membantah dan keberatan, jika dituding sebagai pejabat karbitan, yang dipromosikan oleh kepala daerah, menjadi kepala bidang di Dinsos Kepri.

Hal itu dikatakan Yeni Ardiani melalui Surat Hak jawabnya kepada redaksi PRESMEDIA.ID yang diterima Jumat (12/3/2021), atas pemberitaan yang berjudul “Usulan Dibatalkan Mendagri, Ini Sejumlah Eselon IIIA “Karbitan” Di SK Promosi Jabatan Pemprov Kepri” Yang terbit pada Selasa, 15 Desember 2020 (11:32)

Berikut Hak Jawaban Yeni Andriani, Kami muat sebagai mana hasil keputusan dan rekomendasi serta Mediasi yang dilakukan Dewan Pers antara Pengadu (Yeni Andriani) dan Teradu PRESMEDIA.ID serta Permohonan Maaf atas Pemuatan Berita Tersebut.

Kepada Yth,
Pemimpin Redaksi Presmedia.id
di
Tempat,

Dengan Hormat,
Menyikapi Keputusan Dewan Pers Nomor : 73/DP-K/II/2021 dan hasil mediasi atas sengketa pemberitaan, bersama ini Saya kirimkan Hak Jawab atas pemberitaan tersebut (dalam file attachment).
Besar harapan Saya, ini bisa dijalankan dan sekaligus dengan permohonan maaf dari pihak Presmedia, sebagaimana rekomendasi dan hasil mediasi dari Dewan Pers. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Hormat Saya,

Yeni Ardianti.

Disebut Karbitan, Pejabat Dinsos Kepri Luruskan Soal Kepangkatan

Tanjungpinang – Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (pskba) Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Yeni Ardianti membantah dan keberatan, jika dituding sebagai pejabat karbitan, yang dipromosikan oleh kepala daerah, menjadi kepala bidang di Dinsos Kepri.

“Tentu saya keberatan dengan pemberitaan yang menuding kami, khususnya saya sebagai satu dari sekian banyak pejabat karbitan yang dipromosikan,” ungkap Yeni dalam rilis yang diterima media ini.

Ia menjelaskan, pertama, dirinya sudah lama menjadi kepala seksi di Dinsos Kepri, yang tidak lain adalah jabatan eselon IV. Jabatan itu diembannya, karena ia pun dari sisi kepangkatan, sudah sangat mencukupi yakni Pangkat/Gol : Penata Tk. I/IIId.

“Selama ini juga saya sudah dipercaya menjadi Plt Kepala Bidang di dinsos, yang secara golongan sangat memenuhi syarat untuk level pangkat IIId,” jelasnya.

Yang kedua, sambung Yeni, penentuan siapa dan mengisi jabatan apa, merupakan kewenangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), yang ketuanya Sekdaprov dan Sekretarisnya Kepala BKSPDM.

“Penilaian itu di mereka. Karena basis data, mengenai masa kerja menjadi pegawai, lalu pangkat, golongan, dan jabatan semua ada di baperjakat,” paparnya.

Maka dari itu, kata Yeni, jenjang karir di Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu berdasarkan data. Jadi, sangat keliru jika ada pihak luar langsung memvonis, seseorang itu tidak layak naik jabatan atau disebut karbitan.

“Kami pegawai itu, kinerja harian saja dinilai. Dan itu berdampak ke penghasilan. Mustahil kalau proses kenaikan pangkat asal-asalan apalagi karbitan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan media ini, bahwa Surat Keputusan mantan Pjs.Gubernur Kepri  nomor: 800/1757/BKPSDM-SET/2020 Tanggal 1 Desember 2020 tentang Permohonan Rekomendasi Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dibatalkan Menteri dalam negeri.

Selain beralasan bocor dan menyebar keluar internal Pemerintah Provinsi Kepri, sejumlah nama pejabat yang diusulkan dilantik dengan promosi menjadi Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri itu, ternyata banyak Eselon III “Karbitan” dengan lompatan pangkat golongan dari IVA langsung menjadi IIIA dan tidak pernah mengemban pangkat Golongan IIIB.

Sejumlah nama pejabat Eselon “Karbitan” dengan lompatan pangkat golongan dari IVA langsung menjadi IIIA itu adalah Yeni Ardianti dari Pangkat Golongan IVA dipromosikan menjabat sebagai Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial dengan pangkat Golongan IIIA.

“Ini pun saya perlu luruskan, pangkat golongan itu naiknya dari Golongan I, II, III hingga golongan IV yang tertinggi. Penyebutannya terbalik dari eselon. Kalau eselon dari IV, III, II dan eselon I tertinggi,” pungkas Yeni.*

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...