Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Pengobatan Balita Penderita Tumor Mata Ini, Tunggu Arahan Wali Kota Tanjungpinang

Puteri Aisyah, balita yang menderita penyakit Tumor di mata, digendong ibunya, sambil menunggu arahan wali kota untuk pengobatannya hingga sembuh. (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pengobatan Putri Aisyah, balita umur 2,5 tahun yang menderita tumor pada bola mata, menunggu arahan dari Wali kota Tanjungpinang.

Hal itu dikatakan Keluarga dan dokter yang memeriksa Putri, setelah sebelumnya, wali kota Tanjungpinang menyatakan akan membantu pengobatan Putri Aisyah hingga sembuh.

Ibu Puteri, Andreani yang merupakan warga Perumahan Bumi Air Raja Blok G nomor 253 Kecamatan Tanjungpinang Timur ini juga mengharapakan uluran tangan pemerintah itu.

“Memang susah dijanjikan, Walikota yang menanggung dan mengurus seluruh pembiayaan perobatan anak saya sampai sembuh,” ucapnya saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang, Jumaat (12/3/2021).

Ditempat yang sama, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD), Bakri mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, bahwa anak ini harus dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas spesialis mata yang lengkap.

Sehingga harus dirujuk ke rumah sakit diluar provinsi Kepulauan Riau, seperti RS Pekanbaru, Padang dan RS Cipto Kirana khusus mata di Jakarta.

“Saat ini kita masih menunggu konfirmasi dari Dinkes dan BPJS Kesehatan untuk mengaktifkan kartu BPJS ananda ini,” ungkapnya.

Ia menyampaikan karena kondisi saat ini yang dialami oleh anak ini tidak darurat (emergency), untuk sementara telah diberikan obat saleb dan tetes mata. Sehingga tidak perlu dirawat inap tetapi dirawat jalan saja.

“Kesimpulannya kita menunggu keputusan Walikota dari dinkes dan BPJS Kesehatan, setelah itu nanti kita rujuk ke Jakarta, karena anak ini harus dirujuk ke RS tipe A,” paparnya.

Bakri menjelaskan kenapa harus dirujuk, karena RS disana lebih lengkap seperti alat Ultrasonografi (USG) dan kemungkinan mengarah ke Kanker, serta tidak menutup kemungkinan nantinya di kemotrahpy.

“Kalau normatifnya bisa di terbitkan dua minggu depan, saya khawatir terlalu lama memang sifatnya tidak emergency tetapi lebih cepat lebih baik,” tambahnya.

Bakri menegaskan seluruh biaya pengobatan sampai dengan sembuh dan keperluan orang tuanya pada saat mendampingi berobat, nantinya akan ditanggung oleh Pemko Tanjungpinang.

“Tapi kuncinya harus sabar, menunggu arahan dari Walikota,” pungkasnya.

Andreani juga bercerita, bahwa sejak lahir hingga sampai umur 2 tahun anaknya mengalami gangguan pada bola mata sebelah kiri. Gangguan mata sejak lahir yang dialami oleh anaknya ini, pada awalnya kelopak bola matanya tidak bisa dibuka.

“Baru-baru ini sekitar 4 hari lalu bengkak seperti ini,” kata Andreani.

Lanjut Andreani bercerita dari sejak sejak lahir dirinya dan keluarganya tidak mengetahui kalau yang diderita anaknya adalah penyakit seperti tumor. Ini diketahui setelah dirinya membawa anaknya ke salah satu klinik mata yang ada di Tanjungpinang.

Ditambah lagi, Andreani bercerita bahwa keluarganya merupakan keluarga yang tidak mampu sehingga tidak mampu untuk berobat ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Sejak lahir hingga saat ini, Andreani sangat bersyukur anaknya tidak ada mengeluhkan rasa sakit pada bagian mata. Dalam pertumbuhan anaknya seperti orang balita normal pada umumnya.

“Tidak ada keluhan, pertumbuhannya baik, seperti anak biasa, saat bermain dengan abangnya, dan teman-teman sangat aktif,” jelasnya.

Dengan doa ibu yang melihat anaknya harus mengalami penyakit berbahaya itu memohon kesembuhan.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...