Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Habiskan Dana Pembangunan Rp15,5 M, Air Mancur di Taman Kijang Kota Tidak Beroperasi Lagi

Warga menyaksikan keindahan air mancur Tasek Tuah Gemilang di Taman Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur. (foto: hasura/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Air mancur Tasek Tuah Gemilang yang berada di Kolam Taman kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) tidak beroperasi lagi sejak 2020.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Perkim) Bintan, Juni Rianto beralasan, tidak beroperasinya sarana umum air mancur yang menelan dana Rp.15,5 Milliar dari APBD Bintan itu dikarenakan pandemi Covid-19.

Hal itu katanya, dilakukan untuk membatasi konsentrasi massal atau kerumunan, guna memutus matarantai penyebaran covid-19.

“Memang sejak Januari 2020 kemarin sudah tidak beroperasi lagi. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan, sebagai mana surat Edran Dinas Kesehatan, sehingga pengoperasiannya air mancur ditunda atau ditiadakan,” katanya Sabtu (23/3/2021).

Juni juga mengatakan, Penanggungjawab pengoperasian dan pemeliharaan air mancur tersebut, saat ini juga tidak lagi berada ditangan Dinas Perkim Bintan. Melainkan, sudah dilimpahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan.

“Dari awal Januari 2021 kegiatan air mancur telah diserahkan ke DLH Bintan,” ucapnya.

Seperti diketahui, air mancur yang dibangun di kolam eks pencucian biji bauksit milik PT Antam itu, sebelumnya menelan dana Rp15,5 miliar. Kawasan ini menjadi objek wisata taman kota andalan di Kabupaten Bintan.

Sebelumnya, kawasan ini juga menjadi primadona bagi para pedagang kakilima untuk mencari rezeki dengan menjajahkan dagangan mereka kesejumlah pengunjung di kawasan air mancur tersebut.

“Air mancur itu dulunya beroperasi seminggu dua kali. Yaitu Sabtu malam dan Minggu malam. Namun sejak 2020 tak beroperasi lagi,” ujar salah seorang warga Kijang Kota, Samsul, Sabtu (13/3/2021).

Meskipun dulunya dioperasikan seminggu dua kali, kata pria satu anak ini, air mancur yang dibangun dengan konsep dancing and water screen laser (menari dengan layar laser) itu mendatangkan rezeki bagi para pedagang.

Setiap akhir pekan banyak pengunjung datang. Mulai dari warga Kabupaten Bintan sendiri, warga Kota Tanjungpinang bahkan ada juga warga dari Kota Batam.

“Makanya air mancur ini jadi primadona bagi semuanya. Karena selain indah juga mampu mendatangkan pengunjung. Dengan adanya pengunjung yang diuntungkan juga para pedagang tempatan,” jelasnya.

Untuk diketahui air mancur Tasek Tuah Gemilang ini dibangun dalam dua tahap. Pada tahap pertama dikerjakan pada 2018 lalu dengan menyerap APBD Bintan sebesar Rp12 miliar lebih. Kemudian pada tahap dua menelan biaya dari APBD Bintan sebesar Rp3,5 miliar.

Penulis: Hasura
Editor  : Ogawa

Comments
Loading...