Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jual Mobil Gadai, Yanrizal Dihukum 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara

Terdakwa  Yanrizal Dihukum 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara oleh Hakim PN karena  menjual Mobil yang digadaikan. (Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Yanrizal, terdakwa pelaku penipuan penjualan mobil dihukum 2,6 tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang Selasa(16/3/2021).

Putusan dibacakan Majelis Hakim, Bungaran Pakpahan didampingi Hakim anggota Ronald dan Novarina Manurung di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Dalam putusannya, hakim menyebut, terdakwa terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap korban sebagaimana dakwaan jasa Penuntut Umum melanggar pasal 378 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, dengan hukuman 2 tahun dan 6 bulan penjara,” kata Bungaran.

Baca Juga

Putusan ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wirayanu ,yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan tuntutan 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Mendengar putusan itu terdakwa dan JPU menyatakan menerima.

Sebelumnya, terdakwa Yanrizal menipu korban Ronny Syahputra bertemu dengan terdakwa di salah satu kedai kopi di jalan DI Panjaitan Kota Tanjungpinang, Kamis(15/7/2020) lalu.

Disana korban melihat 1 unit mobil merk Honda City warna silver BP 1111 WM, sehingga korban bertanya apakah ada mobil seperti milik terdakwa dengan harga di bawah Rp 100 juta.

Kemudian terdakwa mengajak korban pergi dengan menggunakan mobil miliknya untuk melihat mobil yang sejenis dengan milik terdakwa tersebut.

Namun saat itu korban tidak jadi membeli mobil itu karena tidak sesuai dengan harga yang diinginkan oleh korban.

Keesokan harinya terdakwa kembali menawarkan korban satu unit mobil merk Honda City warna silver BP 1111 WM milik terdakwa yang dijualnya seharga Rp.85 juta.

Selanjutnya, antara terdakwa dan korban terjadi tawar menawar dan disepakati harga penjualan mobil terdakwa Rp 65 juta.

Sebagai uang muka, terdakwa juga meminta sejumlah dana kepada korban dengan alasan sebagai Duit Permulaan (DP) uang muka. Atas permintaan itum korban menyerahkan Rp 20 juta yang dibarengi tanda terima kwitansi pada Senin(19/7/201).

Namun saat pemberiaan pelunasan uang, terdakwa tidak kunjung menyerahkan surat-surat mobilnya. Ketika korban mendatangi rumah terdakwa untuk meminta surat surat mobil yang telah dibeli lunas, terdakwa tidak kunjung menemui korban.

Kemudian korban masuk kedalam rumah untuk mencari istri terdakwa ternyata juga tidak ada. Kepada korban, akhirnya terdakwa menceritakan bahwa surat BPKB mobilnya itu telah digadaikan dan belum dapat diterima.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...