Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD, Periksa 4 Tersangka, Kejati Kepri Akan Turun Ke Natuna

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tunggi Kepri, Wagiyo.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Tinggi Kepri menyatakan telah memeriksa 4 dari 5 tersangka dugaan korupsi Rp7.7 miliar dana tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Natuna 2011-2015.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kepri, Wagiyo mengatakan pemeriksaan dilakukan pada tersangka mantan Bupati Natuna, Ilyas Sabli dan Raja Amirullah, kemudian Mantan Ketua DPRD Natuna Hadi Candra serta mantan sekwan DPRD Natuna M.Makmur.

Sementara satu tersangka, yang sebelumnya mantan sekretaris Daerah Natuna Syamsurizon telah meninggal dunia.

“Kita sudah panggil dan periksa seluruh tersangka, termasuk anggota DPRD Kepri aktif,” kata Wagiyo, saat ditemui di Bank BRI Cabang Tanjungpinang, Rabu(17/3/2021).

Wagiyo melanjutkan, selain memeriksa tersangka, penyidiknya juga melakukan pemeriksaan pada sejumlah pihak sebagai saksi.

“Tetapi memang masih ada sejumlah saksi dari beberapa anggota DPRD Natuna yang dulunya memperoleh tunjangan perumahan yang belum dipanggil. oleh karena itu, jika tidak ada kendala, saya akan izin ke Pak Kajati meminta untuk penyidikan kasus ini akan langsung turun ke Natuna,” ujarnya pada wartawan.

Sebagaimana diketahui, selama 4 tahun kasus tunjangan perumahan DPRD Natuna ini mandek dalam penyidikan.

Dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp.7,7 Milliar ini, mandek ketika Kejaksaan Agung dipimpin Muhammad Prasetyo dan Kepala kejaksaan Tinggi Kepri dijabat Yunan Harjaka.

Kemudian setelah jabatan Kepala kejaksaan Tinggi beralih kepada Asri Agung Putra, kasus Korupsi di Natuna ini juga tidak kunjung dituntaskan.

Selama 4 tahun “Mandek”, penerus pimpinan kepala Kejaksaan Tinggi Kepri yang dijabat Edi Birton dan Sudarwidadi, juga tidak kunjung dapat menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi yang sebelumnya telah ditetapkan 5 tersangka ini pada tahun 2017 lalu.

Ke 5 orang tersangka itu adalah mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah dan Ilyas Sabli yang merupakan kader Partai Nasdem.

Kemudian mantan Ketua DPRD Natuna periode 2009-2014 Hadi Chandra, mantan Sekda Kabupaten Natuna periode 2011-2016 Syamsurizon (Almarhum) serta mantan Sekwan DPRD Natuna 2009-2012 Makmur.

Penulis: Roland
Editor: Redaksi

Comments
Loading...