Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Buka Musrenbang Karimun, Gubernur Ansar Tekankan Lima Hal

*Agar pertumbuhan ekonomi Kepri naik hingga 3,5 persen.

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menambuh gong pertanda dimulainya Murenbang 2022 Kabupaten Karimun. (foto: istimewa/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Karimun – Gubernur H Ansar Ahmad Ansar mengungkapkan ada lima hal yang menjadi faktor pendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri bisa meningkat dan harus diperhatikan. Yakni, belanja konsumsi rumah tangga, pertumbuhan investasi, belanja pemerintah, ekspor dan impor.

‘’Ke lima hal itu harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Sehingga memberi dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi Kepri,’’ kata Ansar saat membuka Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Karimun, di Aula Kantor Bupati, Rabu (17/3/2021).

Sebab itu, Ansar mengajak semua komponen masyarakat Kepri sama-sama berpacu untuk membuat kawasan ini semakin maju. Daerah, sebut Gubernur Ansar, harus terus mempertajam program yang mendorong PDRB semakin meningkat.

“Jaga faktor-faktor yang mendorong PDRB tersebut agar tidak kontraksi. Sehingga pertumbuhan ekonomi Kepri kembali membaik. Kita yakin tahun ini pertumbuhan ekonomi Kepri tumbuh 1,5 hingga 3,5 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Ansar menilai, konsumsi rumah tangga sangat mendominasi kekuatan ekonomi, termasuk ekonomi nasional. Karena itu, Ansar meminta dilakukan dengan sungguh-sungguh penguatan konsumsi rumah tangga.

Program jaring pengaman sosial harus inline dengan di daerah. Terus lakukan penguatan UMKM dan manajemen akses pasar. Lakukan padat karya tunai terlebih untuk yang terdampak Covid-19.

Soal investasi, Gubernur Ansar senang Karimun masih mencatat hasil yang baik. Karena dia mendapat laporan tidak ada satupun yang tutup total, karena Karimun memang menjadi andalan untuk sektor industri.

Untuk mendorong laju pertumbuhan investasi, pihaknya akan memberikan relaksasi-relaksasi. Relaksasi itu bisa dalam bentuk keringanan pajak dan retribusi serta pelayanan birokrasi prima. Bahkan beberapa aspirasi pelaku usaha memberi layanan kawasan investasi murah di Batam, Bintan dan Karimun.

Untuk belanja pemerintah, Gubernur mengatakan selain kebijakan “pengetatan ikan pinggang”, juga akan melakukan restrukturisasi. Belanja yang kurang memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi akan ditunda.

“Kita ingin perkuat pondasi ekonomi. Harus dibangun mekanisme kerja yang baik agar bisa dieksplorasi untuk menjawab makro ekononmi,” kata Gubernur.

Tentang ekspor impor, Gubernur yakin dengan berkembangnya investasi industri, angka-angka pertumbuhan akan berkembang. Karena itu Gubernur ingin lima sisi demand ini harus didorong agar tidak terjadi kontraksi.

Gubernur Ansar yakin pertumbuhan Kepri akan positif. Karena pertumbuhan ekonomi Kepri merupakan akumulasi dari daerah Kabupaten/Kota. Untuk Karimun, Gubernur berterima kasih karena memberi kontribusi positif, dengan pertumbuhan 3,9 persen. “Saya bahagia dan senang Karimun masih positif 3,9 persen,” paparnya.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...