Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit, ASN Pemko dan 9 Pengusaha Divonis 4-6 Tahun Penjara

Sidang Pembacaan vonis ASN Pemko dan 9 Pengusaha terdakwa korupsi IUP-OP tambang Bauksit Bintan berlangsung secara online di PN Tipikor Tanjungpinang. (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Terbukti melakukan korupsi menggunakan IUP-OP tambang yang dikeluarkan Kepala Dinas ESDM dan DPMPTS Kepri, ASN dan 9 Pengusaha yang tidak bergerak di bidang Pertambangan divonis 4-6 tahun Penjara.

Putusan ASN pemko Tanjungpinang dan 9 pengusaha yang menjabat sebagai Direktur dan Komisaris perusahaan itu dijatuhkan Majelis Hakim, Guntur Kurniawan sebagai Ketua, didampingi 4 Hakim Anggota, Eduard MP Sihaloho SH, Suherman SH, Weninda SH dan Albiferri SH di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (18/3/2021).

Dalam putusan yang dibacakan secara terpisah dalam sidang online, hakim
menyatakan, ke 10 terdakwa terbukti bersalah, secara bersama-sama dengan terdakwa Amjon dan Azman Taufiq (Dituntut dalam berkas perkara terpisah-red) menguntungkan diri pribadi dan orang lain dalam pemanfaatan IUP-OP tambang bauksit yang dikeluarkan terdakwa Amzon dan Azman Taufiq, hingga mengakibatkan kerugian negara Rp32,4 Milliar.

Ke 10 terdakwa, dinyatakan terbukti melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP dalam dakwaan Primer ke 1 Jaksa Penuntut Umum.

“Atas perbuatannya, menghukum terdakwa Bobby Satya Kifana (ASN Pemko yang juga Komisaris CV.Sinar Khatulistiwa-red) dan terdakwa Wahyu Wiyono sebagai direktur, dengan hukuman masing- masing 6 tahun penjara, denda Rp 400 juta rupiah subsider 4 bulan kurungan,” ujar hakim Guntur Kurniawan.

Selain hukuman pokok, terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahono juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara sebesar Rp8,2 miliar.

“Jika tidak diganti dalam satu bulan setelah putusan inkrah, diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara,” ujarnya.

Dalam sidang terpisah, Hakim juga menghukum terdakwa Arif Rate Direktur Perusahaan, dengan hukuman 5 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa Arif Rate juga dihukum membayar Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp2,3 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara.
Sedangkan Terdakwa M.Achmad yang merupakan Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari, dihukum selama 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa M.Achmad juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp2,5 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Untuk terdakwa Harry E Malonda dan Sugeng masing-masing sebagai Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, dan Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Bintan masing-masing dihukum 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa Harry E Malonda Dan Sugeng juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp7,1 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Dan terdakwa Edi Rasmadi Direktur CV Gemilang Mandiri Sukses, dihukum selama 5 tahun penjara, denda Rp 300 juta sibsider 3 bulan kurungan.

Selain hukum pokok terdakwa Edi juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 325 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Sedangkan Terdakwa Junaidi, Persero Komanditer CV Dwi Karya Mandiri, dihukum selam 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 1,2 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa M.Adrian Kepala Cabang Persero PT.Tan Maju Bersama Sukses Tanjungpinang dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 613 juta, jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 2 tahun penjara.

Kemudian yang terakhir adalah terdakwa Djalil pimpinan Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi Bintan, dihukum selama 4 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 878 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara.

Putusan Hakim PN Tanjungpinang pada 10 terdakwa korupsi IUP-OP tambang bauksit ini, seluruhnya lebih ringan 1 sampai 3 Tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut para terdakwa 5 sampai 8 tahun dan 6 bulan penjara.

Atas putusan tersebut, ke 10 terdakwa dan Penasehat Hukumnya menyatakan pikir-pikir demikian juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU ) yang saat itu dihadiri Dodi Emil Gazali juga menyatakan pikir-pikir.

Penulis: Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...