Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit, Ini Perbandingan Putusan 12 Terdakwa dengan Tuntutan JPU

Humas PN Tanjungpinang Eduard MP Sihaloho SH.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 12 terdakwa korupsi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) tambang bauksit divonis 4 sampai dengan 12 tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang Kamis (17/3/2021).

Dalam putusannya, 5 majelis hakim PN Tanjungpinang menyatakan, 12 terdakwa korupsi IUP-OP tambang bauksit itu terbukti bersalah, secara bersama-sama dengan terdakwa Amjon dan Azman Taufiq (Dituntut dalam berkas perkara terpisah-red) menguntungkan diri pribadi dan orang lain dalam pemanfaatan IUP-OP tambang bauksit yang dikeluarkan terdakwa Amzon dan Azman Taufiq, hingga mengakibatkan kerugian negara Rp32,4 Milliar.

Ke 10 terdakwa, dinyatakan terbukti melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP dalam dakwaan Primer ke 1 Jaksa Penuntut Umum.

Berikut perbandingan Putusan hakim PN Tanjungpinang dan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri terhadap 12 Tedakwa Korupsi IUP-OP tambang Bauksit yang merugikan Rp.32,4 miliar negara tersebut.

1.Terdakwa Dr Amjon M.Pd (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019 dituntut 14 tahun penjara denda Rp500 juta subsider 5 bulan penjara dan tanpa Uang Pengganti (UP).

Vonis Hakim, Dijatuhi Hukuman 12 tahun penjara, terdakwa Amjon dihukum selama 12 tahun penjara, denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan, tanpa Uang pengganti.

2.Terdakwa Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau dituntut 13 tahun dan 6 bulan penjara, denda sebesar Rp500 juta dan subsider 5 bulan penjara dan tanpa Uang Pengganti (UP).

Vonis Hakim, terdakwa Azman Taufik dihukum 9 tahun penjara, denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan penjara tanpa uang pengganti.

3.Terdakwa Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa dituntut 8,6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp8,2 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan masing-masing hukuman 4 tahun penjara dan 3 bulan kurungan penjara.

4.Bobby Satya Kifana, Perseroan Komanditer (Komisaris) CV.Buana Sinar Katulistiwa, dituntut 8,6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp8,2 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan masing-masing hukuman 4 tahun penjara dan 3 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim, terdakwa Bobby Satya Kifana (ASN Pemko yang juga Komisaris CV.Sinar Khatulistiwa-red) dan terdakwa Wahyu Wiyono sebagai direktur, dihukum masing- masing 6 tahun penjara, denda Rp 400 juta rupiah subsider 4 bulan kurungan. Selain hukuman pokok, terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahono juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara sebesar Rp8,2 miliar. Jika tidak diganti dengan dalam satu bulan setelah putusan inkrah, diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

5.Terdakwa Harry E Malonda (66) Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, dituntut 7 tahun dan 6 bulan kurungan penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara dari yang di korupsinya sebesar Rp7,1 miliar bersama terdakwa Sugeng. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim, dihukum 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa Harry E Malonda Dan Sugeng juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp7,1 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

6.Terdakwa Sugeng (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, dituntut 7 tahun dan 6 bulan kurungan penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara dari yang di korupsinya sebesar Rp7,1 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim, Terdakwa Sugeng dihukum 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Kedua terdakwa juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp7,1 miliar bersama terdakwa Harry E Malando. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

7.Terdakwa Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukses dituntut dengan hukuman 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp1,7 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim, terdakwa Edi Rasmadi Direktur CV Gemilang Mandiri Sukses, dihukum selama 5 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain hukum pokok terdakwa Edi juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 325 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

8.Terdakwa M.Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari dituntut dengan hukuman 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang pengganti dari dana yang dikorupsinya sebesar Rp2,5 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan.

Vonis Hakim, Terdakwa M.Achmad dihukum selama 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp2,5 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

9.Terdakwa Djalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi dituntut 6 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Terdakwa Djalil juga dituntut mengganti uang pengganti kerugian negara sebesar Rp800 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 3 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim, dihukum selama 4 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 878 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara.

10.Terdakwa Junaidi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri, dituntut dengan hukuman 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp1 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim, dihukum selama 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.. Terdakwa juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 1,2 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

11.Terdakwa M.Adrian Alamin (41) Kepala Cabang Persero PT.Tan Maju Bersama Sukses di Tanjungpinang dituntut dengan tuntutan 5 tahun dan 6 bulan kurungan penjara serta subsider 200 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Selain itu, terdakwa juga dituntut mengganti uang pengganti atau kerugian negara dari dana yang di korupsinya sebesar Rp613 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 2 tahun penjara dan 9 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim, dihukum 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 613 juta, jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 2 tahun penjara.

12.Terdakwa Arif Rate dituntut dengan hukuman 7 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan penjara. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) dari keuntungan tambang illegal dan merugikan keuangan negata sebesar Rp2,3 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 9 bulan kurungan penjara.

Vonis Hakim dihukum selama 5 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa Arif Rate juga dihukum membayar Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp2,3 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, ke 10 terdakwa dan Penasehat Hukumnya menyatakan pikir-pikir demikian juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU ) yang saat itu dihadiri Dodi Emil Gazali juga menyatakan pikir-pikir.

Sumber:Tuntutan JPU dan Vonis Hakim PN Tanjungpinang

Penulis: Redaksi
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...