Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Kab Lingga
DPRD Lingga

Seteru Keluarga, Abang Akhirnya Maafkan Adiknya di Persidangan

Sidang Setempat Hakim PN Tanjungpinang yang memeriksa kasus penganiayaan Ameng oleh Adiknya sendiri terdakwa

PRESMEDIA.ID,Lingga – Masih ingat kasus perseteruan adik dan abang kandung di Dabosingkep yang menyebabkan sang adik masuk bui?.

Terdakwa Okta Wisnu alias Kompak (Adik) memohon maaf kepada korban Ferdi Lesmana alias Ameng (abangnya) saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Dabosingkep, Rabu malam (17/3/2021).

Terdakwa yang terjerat kasus tindak pidana umum penganiayaan dan pengerusakan rumah ini, bersimpuh meminta maaf pada korban di hadapan majelis hakim. Diketahui korban merupakan pengusaha di Dabosingkep dan antara terdakwa dan korban juga masih memiliki hubungan keluarga.

Di hadapan majelis hakim, Jaksa dan Penasehat hukumnya, terdakwa memeluk korban serta mengaku bersalah atas perbutanya yang menganiaya korban yang juga merupakan abang kandungnya itu.

“Dari sidang ini ditempuh jalan perdamaian lantaran pelaku sudah beritikad baik mau minta maaf dan dia berjanji tidak akan mengulangi apa yang pernah dia buat,” kata Ameng saat diwawancarai usai persidangan.

Namun kata Ameng, penasehat hukum pelaku menyampaikan kepadanya bahwa meski telah terjadinya permohonan maaf dia juga memaafkan pelaku, proses hukum atas kasus itu akan tetap berjalan.

“Sesuai yang dikasi tahu pengacara pelaku, secara hukum memang jalan cuma dengan permintaan maaf ini hanya bisa meringankan,” katanya.

Lebih jauh Ameng yang saat itu hadir dipersidangan bersama istri dan anaknya, mengaku telah memaafkan pelaku yang merupakan adik kandungnya itu. Namun sebelum masuk proses persidangan, pelaku atau terdakwa tidak pernah datang menemuinya secara langsung.

“Sebenarnya kalau dia datang dari awal-awal meminta maaf dan mengaku salah urusan selesai, tak panjang-panjang seperti ini, ” ungkap Ameng yang juga menyesali kejadian itu.

Sementara itu di tempat yang sama, penasehat hukum terdakwa Mohammad Indra Kelana, bersama Rivaldhy Harmi dan Rijalun Sholihin Simatupang mengatakan, dalam jalannya persidangan telah terjadi upaya perdamaian antara kedua belah pihak.

“Tadi kita lihat sama-sama, adanya upaya damai, walaupun restorative justice sebenarnya harus dilakukan dari awal. Tapi itu belum terlambat, masih ada di pengadilan bisa diupayakan, selama masing-masing pihak mau sama-sama berdamai, membuang yang keruh mengambil yang jernih,” katanya.

Menurutnya lagi, antara kedua belah pihak yang merupakan masih keluarga, telah saling maaf-memaafkan dan pelaku yang merupakan adik korban bersedia mengganti kerugian materil yang disebabkan perbuatannya.

“Jadi Alhamdulillah upaya damai telah terlaksana yang difasitasi majelis hakim di persidangan. Adik (pelaku) sudah minta maaf ke abang (korban) dan abangnya sudah memaafkan adiknya. Selain itu adiknya (pelaku) juga akan mengganti kerugian abangnya,” bebernya.

Persidangan kasus ini, akan kembali dilanjutkan pekan depan, dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.

Seperti diberitakan, peristiwa pengrusakan dan penganiayaan terjadi pada Rabu, 16 Desember 2020 lalu, seorang pengusaha di Dabosingkep bernama Ferdy Lesmana alias Ameng mengaku dianiaya oleh pelaku dan mendapat penyerangan dikediamannya.

Atas peristiwa itu, korban yakni Ferdy Lesmana alias Ameng melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian Polsek Dabosingkep, lantaran ia bersama istri dan anaknya mengalami trauma dan merasa ketakutan.

Menurut korban, selain dipukul pada bagian kepala, mobil pribadi dan rumah miliknya yang terletak di Jalan Hang Lekir, Pertanian, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep dirusak oleh pelaku.

Sebelumnya, Ibu Terdakwa Okta Wisnu alias Kompak (Adik),  Ferdi Lesmana alias Ameng, Sk juga memohon agar dua anaknya okra dan Ferdi berdamai dan saling memaafkan atas perkelahian yang dilakukan keduanya hingga berujung ke proses hukum di pengadilan dan Penjara.

Kepada anak sulungnya Ferdi, ibu dengan delapan anak ini meminta agar mencabut tuntutannya dan memafkan adiknya Okta yang saat ini dibui di Rutan Dabosingkep Lingga.

Kepada media di Tanjungpinang, Sabtu (6/3/2021) wanita yang sudah lanjut usia ini mengaku, sangat menyayangkan kedua anaknya itu berselisih dan tidak akur satu sama lain.

”Mari selesaikan dengan baik-baik, Cabut tuntutan abang (FL, red) dan adik (terdakwa OE, red) minta maaf dengan abang. Tidak harus sampai ke penjara seperti ini,” kata SK sambil menangis.

Penulis: Aulia
Editor: Ogawa

Comments
Loading...