Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kemendikbud Usulkan Biaya Beasiswa Kuliah Rp2,5 Triliun

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim saat Raker dengan Komisi X DPR RI. (foto: kemendikbud.go.id/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2021 ini, telah mengusulkan perubahan satuan biaya beasiswa kuliah dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp2,5 triliun.

”Tahun 2020 lalu anggaran untuk program ini sebesar Rp1,3 triliun, maka tahun 2021 ini diusulkan sebesar Rp2.5 triliun,” kata Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat Reker dengan Komisi X DPR RI, Kamis (18/3/2021) di Gedung Nusantara, Jakarta.

Mendikbud menjelaskan, tujuan menghadirkan KIP Kuliah adalah untuk mobilitas sosial. Intinya untuk mendorong mahasiswa yang kurang mampu agar bisa bermimpi besar.

”Tapi kenyataannya, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang luar biasa berprestasi tidak percaya diri untuk masuk kuliah karena kendala biaya,” ujar Mendikbud.

Mendikbud menjelaskan, skema KIP Kuliah tahun sebelumnya, mencakup total anggaran Rp1,3 triliun dengan semua biaya pendidikan per mahasiswa yang sama rata. Yaitu Rp2.4 juta untuk 200.000 mahasiswa, dimana biaya hidup per mahasiswa disamakan untuk semua daerah di seluruh Indonesia sebesar Rp700 ribu per bulan.

“Total anggaran KIP Kuliah pada 2021, kita naikan sampai Rp2,5 triliun. Jumlah penerimanya tetap 200.000 mahasiswa. Tetapi, yang kita lakukan adalah menyalurkan satuan biaya yang lebih besar, tergantung kepada akreditasi dari pada program studi di mana mahasiwa tersebut diterima,” kata Mendikbud.

Mendikbud memaparkan perubahan yang diterapkan untuk tahun 2021. Yakni, biaya pendidikan per mahasiswa program studi dengan akreditasi A sebesar Rp8 juta (batas maksimum di Rp12.000.000), untuk program studi dengan akreditasi B sebesar Rp4 juta dan program studi dengan akreditasi C sebesar Rp2.4 juta.

Selanjutnya untuk biaya hidup per mahasiswa, biaya hidup dibagi menjadi 5 klaster daerah sesuai indeks harga berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas 2019). Klaster 1 sebesar Rp800 ribu, klaster 2 sebesar Rp950 ribu, klaster 3 sebesar Rp1.1 juta, Klaster 4 sebesar Rp1.25 juta, dan Klaster 5 sebesar Rp1.4 juta.

“Bayangkan, betapa semangatnya anak-anak kita ketika mengetahui jika mereka semangat berprestasi, bukannya tidak mungkin mereka masuk institusi pendidikan tinggi terbaik Indonesia, baik swasta maupun negeri. Meskipun biayanya mahal, mereka bisa menggunakan KIP Kuliah,” kata Mendikbud.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Yusuf Effendy mengapresiasi skema KIPK 2021 yang disampaikan Mendikbud.

“KIP kuliah ternyata diberikan dukungan lebih dan afirmasi oleh Kemendikbud. Saya yakin Mendikbud punya program yang baik,” ujar Muhammad Yusuf Effendy.

Penulis: Redaksi
Editor: Ogawa

Comments
Loading...