Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

BLT dan Pinjaman UMKM Bintan Dianggarkan di APBD-P 2021

Bupati Bintan Apri Sujadi saat berbincang dengan sejumlah Keala OPD di Bintan (Foto:Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Alokasi anggaran untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi kalangan lansia dan janda serta pinjaman modal UMKM tanpa bunga Kabupaten Bintan, akan dianggarkan di APBD Perobahan 2021 mendatang.

Dengan anggaran itu, maka realisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi kalangan lansia dan janda serta pinjaman modal UMKM tanpa bunga di Bintan, baru akan direalisaisikan September atau Oktober 2021 mendatang.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, saat ini pihaknya sedang meminta seluruh kepala desa dan lurah di Bintan untuk melakukan penguatan dan pemutakhiran data warga sebagai sasaran dan calon penerima.

Sebab, data itu nantinya akan dijadikan dasar atau acuan menjalankan program pemulihan ekonomi dimasa pandemi Covid-19 tersebut.

“Penguatan data harus dilakukan. Karena akan dilakukan sinkronisasi data khususnya data kependudukan dengan data lansia, janda serta pelaku UMKM,” ujar Apri di Bintan belaum lama ini.

OPD terkait lanjutnya, pastinya memiliki data. Seperti Disdukcapil, DPMD, DKUPP. Namun banyak juga warga yang belum melaporan terkait pindah domisili, perubahan usaha, dan lainnya ke dinas terkait.

Sebaliknya pihak desa dan kelurahan mengetahui data-data warga yang pindah. Termasuk lansia dan janda. Lalu juga data pelaku usaha yang aktif dan tidak aktif lagi.

“Data yang ada di OPD belum tentu sama dengan yang dimiliki kelurahan dan desa. Untuk itu kita meminta bantuan kades dan luurah untuk update khususnya data UMKM, lansia dnan janda. Dikawatirkan mereka ada yang pindah domisili,” jelasnya.

Sesuai dengan visi misi Apri Sujadi dan Roby Kurniawan (Apri-Roby). Ada beberapa program yang segera dilaksanakan. Mulai dari program BLT lansia dan janda serta program pinjaman modal untuk pelaku UMKM tanpa bunga.

Program tersebut akan dijalankan melalui APBD-P 2021. Yaitu dimulai pada September atau Oktober mendatang. Kemudian program tersebut berjalan sampai dengan 2024 atau masa jabatan Apri-Roby berakhir.

“BLT dan pinjaman modal UMKM tanpa bunga akan dicairkan melalui APBD-P 2021 ini,” ucapnya.

Selain itu juga sinkronisasi program desa harus diselaraskan dengan pemerintah daerah yang nantinya akan disesuaikan dengan RPJMD. Ini menjadi pondasi, sehingga nanti program hanya tinggal berjalan saja baik tahun pertama, kedua dan ketiga.

“Jabatan saya hanya 3 tahun. Jangan sampai program yang menjadi visi misi tidak berjalan dengan baik,” katanya.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Comments
Loading...