Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi Wesel Pos, Mantan Kepala PT Pos Cabang Midai Dituntut 5,6 Tahun Penjara

Sidang virtual dugaan kasus wesel pos fiktif dengan terdakwa Hendrik Kurniawan mantan Kepala PT Pos Cabang Midai di PN Tanjungpinang, Senin (22/3/2021). (foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Mantan Kepala PT Pos Cabang Midai Hendrik Kurniawan terdakwa dugaan korupsi wesel pos fiktif dituntut 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jhon Freddy Simbolon di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (22/3/2021).

Dalam tuntutan yang dibacakan secara virtual, Jhon menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp687.7 juta.

Hal ini, sebagaimana dakwaan primer, melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

”Terdakwa juga dituntut untuk mengembalikan uang pengganti atau kerugian negara dari dana yang dikorupsinya sebesar Rp665.215.962. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 2 tahun dan 8 bulan penjara,” kata Jhon.

Diketahui bahwa terdakwa juga telah mengembalikan uang penganti atau kerugian negara Rp22.4 juta ke JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Ranai.

Atas tuntutan ini terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukum, Sri Ernawati akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Mendengar tuntutan JPU itu, Ketua Majelis Hakim, Eduart MP Sihaloho yang didampingi oleh dua Mejelis Hakim anggota menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, modus terdakwa mengkorupsi, dana Perusahaan BUMN, PT Pos itu, dilakukan dengan cara mengirimkan wesel pos fiktif menggunakan aplikasi Cash to Account kepada orang terdekat.

Kemudian, uang yang dikirim tersebut, tidak disetor ke rekening kas PT Pos, melainkan dikirimkan kembali ke rekeningnya sendiri. Kelakunya itu, dilakoninya sejak 2019 hingga 2020, yang mengakibatkan kerugian negara C/q PT Pos Indoensia sebesar Rp687 juta.

Penulis: Roland
Editor: Redaksi

Comments
Loading...