Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPK Ingatkan Ansar Pilih Stafsus Yang Kompeten

*Kepri Rawan Korupsi Politik dan Birokrasi

Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah I KPK Maruli Tua (Foto:Ismail/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, agar menunjuk dan memiliki figur yang kompeten sebagai staf khusus (Stafsus).

Hal itu ditegaskan Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi KPK Wilayah I, Maruli Tua pada wartawan di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Senin (22/3/2021).

“Kami mendorong pilih yang kompeten sebagai Kepala OPD dan staf khusus pembantunya,” tegasnya.

Maruli juga menjelaskan, Saat ini Pemerintah provinsi Kepri memiliki tantangan yang besar dalam pencegahan tindak korupsi. Mengingat, baru selesai melaksanakan Pilkada.

Hal tersebut, lanjutnya membuat Kepri rawan terjadi tindakan korupsi. Terutama dalam bidang politik yang berdampak pada birokrasi.

“Maka, kami ingatkan, jangan sampai terjadi tindak pidana di Pemprov Kepri, karena tantanganya besar. Yang paling rawan korupsi sektor politik yang berdampak pada birokrasi,” terang Maruli.

Maka dari itu, dirinya mendorong seluruh elemen di Pemprov Kepri, untuk sama-sama memperkuat sistem. Agar tindakan koruptif bisa dicegah di dalam birokrasi.

Selain itu, Maruli juga mendorong Pemprov Kepri untuk mengedepankan prinsip “The Right man on the Right Place” artau menempatkan orang yang tepat sesuai beckground keahlianya dalam menempati jabatan.

Dengan menempatkan figur yang profesional, berintegritas, dan kompeten, lanjutnya maka pencegahan korupsi akan bisa dilakukan dengan baik.

“Maka kami ingatkan perkuat sistem. Jauhi praktik-praktik Kolusi klasik dalam hal potong memotong termin proyek, anggaran OPD dan sebagainya,” demikian Maruli.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, rencananya akan menunjuk 14 staf khusus Gubernur.

Ironisnya, dari 14 nama staf khusus yang akan ditunjuk itu, terdiri dari Pengurus Partai, tim sukses (Timses) saat pencalonan gubernur terpilih Ansar-Ahmad-Marlin Agustina di Pilkada Kepri 2020 dan bahkan satu orang mantan Napi Korupsi.

Mantan Anggota DPRD Kepri, Sarafuddin Aluan, membenarkan penunjukan 14 staf khusus Gubernur Kepri itu. Ke 14 staf Khusus yang ditunjuk kata Sarafudin, untuk mendampingi Gubernur selama periode kepemimpinan 2021-2024.

“Jumlah staf khusus gubernur ada 14 orang, memang tidak ada pelantikan. Tapi, sudah ada nama-namanya,” ungkapnya pada wartawan saat ditemui di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Senin (15/3/2021).

Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri ini, memaparka dari 14 staf khusus yang telah ditunjuk, 6 diantaranya adalah, Suyono, Azirwan, Basarudin Idris, Muhkti dan dirinya sendiri.

“Insya Allah Minggu depan akan diumumkan, menunggu pembagian tugas per OPD-nya,” katanya.

Pengamat politik dan pemerintahan, Zamzami A Karim mengatakan, penunjukan Staf khusus dari orang Parati dan Anggota Timses yang dilakukan gubernur Kepri, mirip dengan kepemimpinan Gubernur HM Sani, Nurdin Basirun dan Isdianto dengan latar belakang politik balas budi.

Artinya, kepala daerah, hanya memilih figur-figur yang berasal dari tim sukses dibandingkan tenaga profesional. Bahkan, dalam hal kinerja pun, keberadaan staf khusus yang ditunjuk terkesan, tidak memberikan kontribusi.

Padahal, kesejahteraan staf khusus dibayarkan melalui APBD yang seharusnya punya tupoksi dan target yang dicapai.

“Cuma jadi pembisik saja, pemilihannya juga berasa dari orang dekat gubernur dan tim sukses. Padahal tim sukses ini sifatnya kerja sukarela, kalau memang jadi staf khusus sukarela saja,” demikian Zamzami.

Penulis :Ismail
Editor   :Redaksi

Comments
Loading...