Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Mantan Direktur RSUD Dabo Singkep dan Rekannya di Tuntut 1,6 Tahun Penjara

Sidang tuntutan, terdakwa Asri Wijaya dan terdakwa Alhusada Jufri berlangsung secara virtual di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Dua terdakwa dugaan korupsi pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD-RSUD) Dabo Singkep tahun 2018, Asri Wijaya dan Alhusada Jufri dituntut 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum Yosua Parlauangan Lumbantobing dan M. Said Lubis di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (22/3/2021).

Kedua terdakwa diantaranya, terdakwa Asri Wijaya sebagai mantan direktur RSUD Dabo Singkep sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BLUD-RSUD Lingga dan terdakwa Alhusada Jufri selaku bendahara, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 561 juta.

Perbuatan ke dua terdakwa dikatakan Jaksa melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagai mana dalam dakwaan subsider.

“Menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan masing-masing dengan tuntutan 1 tahun dan 6 bulan kurungan penjara,” kata Yosua dalam persidangan virtual.

Sementara itu, terdakwa juga telah mengembalikan kerugian negara atas perkara ini senilai Rp 561 juta yang telah dititipkan ke Kejari Lingga.

Atas tuntutan ini terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Mendengar itu Ketua Majelis Hakim, Eduart MP Sihaloho, yang didampingi oleh Majelis Hakim anggota Yon Efri dan Joni Gultom menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa.

Sebelumnya terdakwa Asri Wijaya bersama dengan terdakwa Alhusada Jufri melakukan korupsi penggunaan anggaran BLUD RSUD Dabo Singkep pada tahun 2018.

Pada beberapa kegiatan belanja barang dan jasa yaitu Kegiatan belanja laundry, belanja linen/skerem polyster anti bakteri, dan belanja linen/perlengkapan rumah sakit.

Penulis: Roland
Editor : Redaksi

Comments
Loading...