Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pemprov Kepri Segera Pecat Amjon dari Status ASN

Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Amjon. (foto: Ismail/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau segera memproses pemecatan mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, terpidana Amjon dari statusnya sebagai ASN.

Amjon dikenakan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), karena vonis Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipiko) Tanjungpinang yang memutuskan keduanya bersalah telah melakukan Tipikor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menunggu salinan putusan inkrah Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat terhadap terpidana Amjon atas kasus korupsi izin tambang bauksit.

Setelah memperoleh salinan putusan tersebut, maka Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepri akan memerosesnya untuk dilakukan pemecatan.

“Setelah itu diperoleh, prosesnya tidak akan lama,” ungkapnya saat ditemui di Dompak, Selasa (23/3/2021).

Arif menambahkan, pihaknya akan segera membuat Surat Keputusan (SK) dengan kategori PTDH kepada yang bersangkutan. Kemudian, SK tersebut akan langsung ditandatangani oleh Gubernur Kepri sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Kita tunggu putusan inkrah-nya dan langsung akan diproses,” katanya.

Ia menambahkan, pemecatan terhadap Amjon tidak akan memakan waktu lama. Begitu sudah divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap, Pemprov Kepri hanya tinggal menerima salinan putusan tersebut

Selain itu, pemerintah sudah memutus hak berupa gaji dan tunjangan kepada oknum mantan pejabat tersebut.

“Yang bersangkutan sudah tidak mendapatkan hak-nya dimulai saat penonaktifan, saat keduanyaberstatus tersangka,” demikian Arif.

Untuk diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang sudah menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Amjon dan Azman Taufik 9 Tahun Penjara pada Kamis (18/3/2021) kemarin.

Terdakwa Amjon dan Azman Taufik dinyatakan terbukti bersalah menyalahgunakan jabatannya, untuk memperkaya orang lain dalam pengelaran IUP-OP tambang bauksit.

Izin IUP-OP tersebut diberikannya kepada sejumlah perusahaan yang tidak bergerak di Bidang Tambang di Bintan, hingga mengakibatkan kerugian negara Rp32.4 milliar.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...